HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA MAHASISWA ORGANISATORIS
Abstract: Keterampilan mental
seseorang berkembang salah satunya melalui keterampilan sosial. Keterampilan
sosial menjadi modal yang mengarahkan seseorang pada pembentukan mental yang
optimal. Kematangan emosi berperan dalam pengendalian emosi dan penerimaan diri
membuat seseorang nyaman berinteraksi yang berdampak pada keberalngsungan
interaksi seseorang dengan lingkungan. Mahasiswa organisatoris dalam menjalani
dinamika organisasi memiliki kesempatan yang besar untuk mendapatkan pengalaman
interaksional. Berkembangnya kematangan emosi dan penerimaan diri positif pada
seorang mahasiswa organisatoris dapat menjaga keberlangsungan interaksi,
sehingga pengalaman interaksional semakin banyak dan keterampilan sosial
menjadi semakin berkembang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan
emosi dan penerimaan diri dengan keterampilan sosial pada mahasiswa
organisatoris. Responden penelitian ini adalah mahasiswa UNS yang menjadi
pengurus organisasi BEM tingkat universitas dan fakultas dengan usia
keanggotaan minimal satu tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
incidental sampilng. Pengumpulan data menggunakan Skala Keterampilan Sosial,
Skala Kematangan Emosi, dan Skala Penerimaan Diri. Analisis data menggunakan
teknik regresi linear berganda.
Hasil penelitian menghasilkan nilai F-test = 70,310, p<0,05, dan
R=791, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis I dapat diterima. Hasil
penelitian juga menunjukkan nilai rx1y=0,290; p<0,05, sehingga dapat
disimpulkan terdapat hubungan positif dan lemah yang signifikan antara
kematangan emosi dan keterampilan sosialNilai rx2y=0,386; p<0,05; dapat
disimpulkan terdapat hubungan positif dan lemah yang signifikan antara
penerimaan diri dan keterampilan sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan
secara parsial kematangan emosi dan penerimaan diri memiliki hubungan yang
lemah dengan keterampilan sosial, jika hanya salah satu diantara kematangan
emosi atau penerimaan diri yang dimiliki seseorang kurang menunjang
berkembangnya keterampilan sosialnya.
Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,6260 atau 62,60%, terdiri atas
sumbangan efektif kematangan emosi terhadap keterampilan sosial sebesar 25,91%
dan sumbangan efektif penerimaan diri terhadap keterampilan sosial sebesar
36,69%. Hal ini berarti masih terdapat 37,4% variabel lain yang mempengaruhi
perkembangan keterampilan sosial selain kematangan emosi dan penerimaan diri.
Penulis: Hiemma Tiar Kusuma
Umbara, Salmah Lilik, Rin Widya Agustin
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan120050