Coping Stress Perawat dalam Menghadapi Agresi Pasien di Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk melihat
strategi coping perawat,
dalam menghadapi perilaku agresi pasien gangguan mental yang
menjalani perawatan di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Dalam situasi
pelayanan, sering kali perawat harus dihadapkan pada kondisi pasien yang tidak
mendukung, mulai dari menolak dirawat, memberontak hingga memukul petugas. Kondisi tersebut
akan menyebabkan stress
bagi perawat, yang
mana pada akhirnya
perawat akan mengembangkan cara-cara untuk mengatasi hal tersebut,
antara lain melalui coping stess. Penelitian
ini dilakukan selama
tiga bulan melibatkan
tiga subjek penelitian
dan satu orang significant other, ketiganya merupakan
perawat yang bekerja di instalasi IPCU ruang camar RSJ Dr.
Radjiman Wediodiningrat Lawang.
Ketiga subjek memiliki
pengalaman yang sama yaitu sering kali harus menghadapi
perilaku agresi dari pasien gangguan mental. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah medeskripsikan strategi
coping stress yang
digunakan oleh perawat
jiwa dalam menghadapi perilaku agresi pasien. Teknik
analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis tematik dengan
koding terhadap hasil
transkrip wawancara yang
telah dibuat verbatim
dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat jiwa
mengalami stress ketika sering kali diharuskan menghadapi perilaku agresi dari
pasien gangguan mental. Stress yang ada
merupakan stress minor
bersumber dari komunitas
dan lingkungan sosial
termasuk didalamnya
lingkungan kerja, serta memiliki
karakteristik Uncontrolled event
dan Overload dimana ini
berpotensi meningkatkan stress yang dialami perawat. Stress yang dialami
perawat berdampak baik secara
biologis maupun psikososial.
Untuk mengatasi hal
tersebut, perawat jiwa
menggunakan strategi coping stress, baik itu problem-focused coping, maupun
emotion-focused coping. Baik stress yang dialami dan coping stress yang
dilakukan subyek penelitian ini lebih ditentukan oleh sumber daya subyek itu
sendiri, yaitu sumber internal dan eksternal, dan tidak berhubungan dengan umur
maupun masa bakti kerja.
Penulis: Aditya Bayu Aji, Tri
Kurniati Ambarini
Kode Jurnal: jppiodd140033