ANALISIS PENERIMAAN DIRI ISTRI YANG MENGALAMI DISENFRANCHISED GRIEF (Studi Kasus pada ODHA Perempuan)

Abstrak: Di  Indonesia,  jumlah  kasus  HIV  terbanyak  pada  perempuan  ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) ditemui di kalangan ibu rumah tangga  yang tertular melalui  hubungan  heteroseksual.  Banyak  istri  yang  baru  mengetahui  status ODHA-nya setelah suami mereka meninggal dunia sehingga istri akan mengalami disenfranchised grief  karena dukacitanya tidak dapat  diekspresikan  secara bebas akibat stigma negatif terhadap HIV.  Penelitian ini dilakukan  dengan tujuan untuk menganalisis  proses penyesuaian diri para istri yang mengalami  disenfranchised grief sekaligus penyakit terminal HIV.
Penelitian  dilakukan  secara  kualitatif  dengan  metode  studi  kasus  kepada tiga  orang  partisipan.  Hasil  analisa  dari  ketiga  partisipan  menunjukkan  bahwa tahap  acceptance  dapat tercapai bila individu mendapat dukungan yang memadai dari  lingkungan  disertai  dengan  aspek  kepribadian  extraversion  yang  tinggi.
Sedangkan  individu  yang  tidak  memiliki  dukungan  sosial  dengan  tingkat neuroticism  yang tinggi serta  extraversion  yang rendah, tidak mampu mengatasi kondisi  yang  dialami  sehingga  masih  banyak  irrational  belief  dan  denial.  Akan tetapi dukungan sosial tidak menjamin tahap  acceptance  terjadi  jika dipengaruhi oleh  aspek  kepribadian  impulsif,  kekanakan,  dan  self  centered.  Individu  dengan self acceptance yang positif menghasilkan nilai kualitas hidup yang lebih tinggi.
Kata kunci: disenfranchised grief, self acceptance, ODHA, istri, REBT
Penulis: Kartika Indradjaja
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd130067

Artikel Terkait :