TEOLOGI LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF ISLAM
ABSTRACT: Kerusakan alam
diyakini bersumber dari diri manusia, yaitu pola pikir manusia yang menempatkan
dirinya sebagai pusat kehidupan ini (antroposentrisme). Dalam kaitan
ini ajaran agama-agama monoteis sering dituduh memiliki kontribusi
besar bagi pembentukan paradigma antroposentrisme dengan doktrin keunggulan
manusia atas alam. Tulisan ini mencoba menelusuri “jejak-jejak sumber
antroposentrisme” dalam Islam berupa ajaran manusia sebagai khalifah di atas
bumi. Dari penelusuran atas berbagai teks Islam (terutama dalam al Quran),
diketahui bahwa posisi manusia sebagai khalifah di bumi bukanlah cek kosong
bagi manusia untuk melampiaskan segala hasratnya terhadap alam. Manusia memang
diciptakan dengan berbagai
kelebihan yang menjadikan dirinya sebagai
khalifah, namun posisi
itu diberikan Allah
SWT kepada manusia dengan
berbagai tugas yang harus diembannya. Tugas-tugas inilah yang menjadikan
konsep khalifah di bumi tidak mendukung
antroposentrisme yang eksploitatif terhadap alam.
Penulis: Ahmad Khoirul Fata
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd140093