REPRESENTASI NEMUI-NYIMAHSEBAGAI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL: PERSPEKTIF PUBLIC RELATION MULTIKULTUR
Abstrak: Nemui-Nyimah
Representasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Pencitraan Lampung sebagai Public
Relations Multikultur adalah masalah yang dikaji. Nemui-Nyimah sebagai objek
kajian memiliki makna bahwa Lampung sebagai warga yang ramah dan terbuka, menerima
dengan hati terbuka terhadap kehadiran warga dari luar Lampung atau nonpribumi.
Nemui-Nyimah menjadi salah satu konsep dasar slogan Lampung “Sang Bumi Khua
Jukhai.” Artinya, satu bumi melambangkan bahwa Lampung satu sebagai pribumi
sangat peduli untuk membuka diri, mengajak etnis lain atau nonpribumi untuk
bersama-sama memajukan Lampung menjadi Lampung satu dengan pendekatan pluralis
multikultur yang tercermin pada makna “khua jukhai” artinya dua pintu yakni
pribumi dan nonpribumi. Fokus kajian pada representasi nilai kearifan lokal dan
Pencitraan Lampung sebagai Public Relations Multikultur. Membangun makna secara
sistemik mengenai keragaman budaya Lampung yang secara historis sudah dipersiapkan
sejak zaman kolonial Belanda sebagai wilayah multikultur. Kesimpulannya, nilai-nilai
pada konsep Nemui-Nyimah saat ini menjelma pada sikap dan perilaku masyarakat Lampung
pluralis dan merepresentasikan Lampung sebagai Public Relations Multikultur.
Penulis: Dasrun Hidayat
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140168