REPRESENTASI KEKERASAN PADA ANAK (ANALISIS SEMIOTIK DALAM FILM “ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI” KARYA DEDDY MIZWAR)
Abstrak: Artikel ini berisi
tentang Representasi Kekerasan Pada Anak (Analisis Semiotik Dalam Film
“Alangkah Lucunya Negeri Ini” Karya Dedy Miswar. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif karena peneliti bermaksud untuk menentukan, memahami,
menjelaskan dan memperoleh gambaran yang mendalam tentang tanda-tanda yang
berupa gambar, musik, ataupun dialog yang dirangkai untuk mengungkap makna
kekerasan pada anak yang direpresentasikan melalui film Alangkah lucunya Negeri
Ini, karya Dedy Mizwar. Dengan Analisis yang digunakan adalah metode kualitatif
dengan pendekatan kualitatif interpretatif berdasarkan model semiotik dari Jhon
Fiske yang berpendapat bahwa apa yang ditampilkan dilayar kaca atau layar
lebar, adalah merupakan realitas social. Hasil dari penelitian ini ditemukan
banyak macam representasi kekerasan yang direpresentasikan oleh Bang jarot
terhadap anak-anak copet didikannya dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini,
antara lain Film Alangkah Lucunya Negeri Ini memperlihatkan bahwasannya
representasi kekerasan yang dilakukan oleh Bang Jarot terhadap anak-anak
copetnya yaitu dengan cara anak dipukul menggunakan koran, ditendak, dibentak,
diremehkan, ditonjol bagian kepalanya hingga jatuh, anak ditunjuk-tunjuk. Film
Alangkah Lucunya Negeri Ini memperlihatkan bahwasannya representasi kekerasan
yang dilakukan oleh Bang Jarot terhadap anak-anak copetnya dilihat dari tiga
level yang dikemukakan oleh Jhon Fiske, yaitu Level Reality yang terdiri dari;
penampilan, kostum, tata rias, lingkungan, tingkah laku, cara bicara, gerak
tubuh, ekspresi, suara yang di lakukan oleh Bang Jarot terhadap anak copet
didikannya. Level Representation yang terdiri dari ; kamera, pencahayaan,
editing, musik yang mana mendukung penampilan Bang Jarot. Level Ideology yang
terdiri dari ; individualisme, patriarki, ras, kelas, materialisme,
kapitalisme.
Penulis: Vetriani Maluda
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140241