RELASI SOSIAL PENDULANG EMAS TRADISIONAL DENGAN AGEN PENAMPUNG (Studi di Desa lingkar Indah Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi)
Abstract: Provinsi Kalimantan
Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi kekayaan alam yang tidak
dapat diperbaharui. Jenis kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui contohnya
adalah sumber daya alam berupa tambang emas. Tidak semua kabupaten di
Kalimantan Barat mempunyai potensi tambang emas. Dan salah satu daerah yang
mempunyai potensi keberadaan tambang emas adalah kabupaten Melawi. Penambangan
emas yang dilakukan masyarakat di kabupaten Melawi ini masih menggunakan cara
sederhana seperti dengan menggunakan pendulang emas yang terbuat dari kayu.
Maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana relasi
sosial pendulang emas tradisional dengan agen penampung studi di desa lingkar
indah, kecamatan sayan,kabupaten melawi. dan menggunakan metode penelitian
kualitatif melalui pendekatan deskriptif serta menggunakan teori intraksi sosial
dari Gilin dan Gilin,yaitu Interaksi sosial dapat terjadi apabila individu
memenuhi syarat yaitu adanya kontak sosial yang dilakukan, berlangsungnya suatu
proses interaksi sosial didasarkan pada berbagai faktor antara lain imitasi,
sugesti, identifikasi, dan simpati. Dan teori struktural fungsional dari Agust
Comte yaitu muncul dilatar belakangi oleh perkembangan masyarakat yang
dipengaruhi semangat renais sance. Pada
saat ini muncul kesadaran baru tentang peran manusia yang semula dianggap tidak
memiliki otoritas apapun untuk membangun kehidupan di dunia. Maka digunakan
teori ini sebagai pisau analisis dalam menkaji permasalahan ini. Serta temuan
peneliti menunjukan bahwa adanya hubungan antara pendulang emas tradisional
dengan agen penampung, hal ini terlihat adanya pola intraksi antara pendulang
emas dengan agen penampung.
Penulis: ICE ROSMITASARI
Kode Jurnal: jpsosiologidd150047