INTERAKSI SOSIAL SISWA ETNIK TIONGHOA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS YAYASAAN PENDIDIKAN KRISTEN DI KOTA PONTIANAK

ABSTRAK: Fokus yang dikaji dalam penelitian ini adalah permasalahan etnik Tionghoa yang hijrah  ke Kalimantan  Barat  khususnya  antara  masyarakat  pribumi  dan etnik Tionghoa  sudah  semestinya  menjadi  sebuah  pembahasan  yang  sudah  terbiasa dikehidupan sehari-hari, ini dikarenakan masyarakat etnik Tionghoa sampai saat ini  masih  memunculkan  perilaku memisahkan  diri  dari  lingkungan  pribumi  dan membentuk  kelompok  sesama  etnik  Tionghoa. Upaya  untuk  menciptakan interaksi  yang  baik sampai  saat  ini  bisa  di  katakan  kurang  berhasil  atau  tidak berhasil. Hal ini dikarenakan kedua kelompok etnik ini hanya berinteraksi sosialnsesama  dengan etnik mereka  masing-masing. Interaksi  sosial ini  bisa  terjadi  di lingkungan  manapun, bisa  disekolahan, perdagangan, perkantoran  dan  lain sebagainya.  Sampai  saat  ini masih  menimbulkan  pro  dan  kontra  dalam masyarakat, tapi interaksi  sosial yang  paling  sulit  untuk  dipecahkan  dalam masyarakat  adalah interaksi  sosial di  sekolah. Tujuan  penelitian  ini mendeskripsikan bentuk interaksi asosiatif (kerja sama, akomodasi dan asimilasi) dan  disosiatif  (persaingan,  kontravensi  dan  pertentangan  atau  pertikaian)  serta asimilasi  siswa  metode  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.
Hasil dari penelitian ini adalah pada bentuk interaksi yang asosiatif dan disosiatif pada etnik Tionghoa, diantaranya bentuk interaksi yang asosiatif yang terjadi pada remaja: mempermudah  tugas  kerja  kelompok  kerjasama  dalam  melakukan komunikasi dalam menyelesaikan tugas dan dengan adanya gotong royong dalam bentuk  kerja  sama  di  lingkungan  sekolah.  Sedangkan  bentuk  interaksi  disosiatif terajadinya persaingan dan konflik diantara remaja di lingkungan sekolah seperti persaingan  dalam  belajar  dan  beberapa  perlombaan  dalam  mengikuti  sebuah turnamen  yang  di  adakan  pemerintah  Kota  Pontianak.  Dan  persaingan  dalam merebutkan ranking untuk mendapatkan nilai yang terbaik di Sekolah Menengah Atas Yayasan Pendidikan Kristen.
Kata-kata kunci: Etnik  Tionghoa,Etnik  Pribumi,Interaksi  sosial,Lingkungan Sekolah
Penulis: ADELLA RIZKY SEPTIANI
Kode Jurnal: jpsosiologidd150046

Artikel Terkait :