PRAN-SOEH RESISTANCE TO THE STATE HEGEMONY
Abstrak: Karena Indonesia
adalah negara yang
multi-agama dan multibudaya, maka agama (sekaligus tradisi)
lokal yang ada di dalamnya, tentu saja, tidak
bisa dilepaskan dari
akar-akar budaya setempat.
Munculnya gerakan keagamaan lokal
(the emergence of new local religion) adalah fenomena yang lazim dan tak bisa
dihindarkan. Di Jawa, misalnya, terdapat beberapa agama lokal yang lahir dari
rahim budaya setempat dan kemudian disebut sebagai Javanese religion atau
religion of Java.
Di antara agama-agama
lokal ini, ada
sebuah gerakan keagamaan yang
dikenal sebagai Agama
Pran-Soeh. Embrio dari kemuncuan Agama Pran-Soeh bisa ditelaah
pada masa kolonialisme Belanda dan
penjajahan Jepang. Pendirinya
bernama Pran-Soeh Sastrosoewignyo. Keberadaan aliran
keagamaan ini belum
banyak diteliti. Menggunakan perspektif historis,
makalah ini bermaksud
meneliti kemunculan dan keberadaan aliran ini, bagaimana
hubungannya dengan pemerintahan politik, serta responnya terhadap problematika sosial, terutama sosial Islam.
Lebih jauh, makalah ini
akan mengupas resistensi
Pran-Soeh terhadap hegemoni negara.
Author: Nasruddin
Journal Code: jpperadabanislamgg110007