Potensi Konflik Dan Pola Penguasaan Kawasan Suaka Margasatwa Bentayan Di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan
Abstrak: Penguasaan dan
penggarapan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bentayan menjadi kebun karet dan
kelapa sawit terus berlangsung oleh masyarakat, bahkan hingga saat ini.
Akibatnya kondisi habitatnya tidak memungkinkan lagi bagi kehidupan hewan-hewan
khusus yang dilindungi. Penelitian ini akan menjabarkan pola penguasaan wilayah
SM Bentayan oleh masyarakat, termasuk sejarah kedatangannya. Metode yang
digunakan adalah kualitatif, dengan instrumen utama adalah wawancara dan
observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedatangan masyarakat ke SM
Bentayan merupakan sejarah perpindahan masyarakat dikarenakan keterbatasan
ekonomi di daerah asal. Sementara di kawasan SM Bentayan terdapat “peluang”
bagi masyarakat untuk menempatinya, dikarenakan minimnya pengawasan dari aparat.
Tuntutan kebutuhan ekonomi dan minimnya pengawasan di kawasan SM Bentayan,
menjadi dasar datangnya masyarakat serta kemudian menguasainya secara
berangsur-angsur. Pola penguasaan terlihat cukup sistematis dan memiliki
mekanisme tertentu. Penguasaan lahan pada akhirnya juga memicu konflik antara
masyarakat dengan pemerintah.
Penulis: Didi Tahyudin
Kode Jurnal: jpsosiologidd140269