POLA KOMUNIKASI MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN MUSEUM SENI BATUPINABETENGAN (Studi Pada Masyarakat Desa Batupinabetengan Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa)
Abstract: Budaya merupakan
bagian dari kehidupan. Tanpa budaya, yang juga sering dikaitkan dengan adat
istiadat, manusia mungkin ada kalanya tidak akan bisa menjaga tingkah laku
mereka. Adat istiadat merupakan bagian dari budaya. Adat istiadat adalah sebuah
peraturan, sebuah norma yang harus dilaksanakan, dipatuhi. Ibarat sebuah
Undang-Undang, jika tidak dihormati maka akan ada hukuman. Salah satu cara yang
perlu ditingkatkan adalah partisipasi masyarakat dalam upaya melestarikan
peninggalan budaya tersebut adalah dengan menyebarluaskan informasi tentang
budaya tersebut kepada masyarakat dunia. Atau Hal ini akan memberikan efek
secara tidak langsung budaya tersebut akan terkenal dan selalu terjaga dan
dilestarikan.
Penelitian ini mengggunakan teori interaksi simbolik denggan pendekatan
metode penelitian kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebudayaan merupakan kebiasaan
masyarakat dahulu kala yang masih dipertahankan hingga saat ini, representasi
kebudayaan tersebut salah satunya adalah peninggalan batu pinawetengan yang
merupakan tempat budaya orang Minahasa yang masih tepat dilestarikan sampai
saat ini. Masyarakat desa batu pinawetengan cukup memahami akan arti pentingnya
kebudayaan tersebut, sehingga dengan pemahaman tersebut mereka bisa sadar akan
pelestarian situs budaya batu pinawetengan tersebut sebagai tempat bersejarah
dan menjadi objek wisata daerah, yang perlu dikembangkan menjadi daerah wisata
nasional dan internasional.
Berdasarkan pada hasil tersebut, maka saran yang dapat dikemukakan ialah
agar Pemerintah daerah baik dari tingkat desa sampai ke tingkat propinsi, perlu
secara rutin mengadakan kegiatan promosi budaya, guna mendukung pelestarian
situs budaya batu pinabetengan tersebut, sehingga budaya batu pinabetengan
lebih dikenal lagi di tingkat nasional dan internasional. Masyarakat desa
setempat perlu mengoptimalkan semua bentuk komunikasi baik secara personal
maupun menggunakan pendekatan komunikasi media massa serta media baru seperti
facebook, twitter, path, instagram, blog dan lain-lain, untuk lebih giat
memberikan informasi tentang situs budaya batu pinabetengan tersebut ke dunia
internasional secara detail.
Penulis: Alien G.M.
Mangindaan, Philip M. Regar, Edmon Kalesaran
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150087