PERKEMBANGAN FEMINISME BARAT DARI ABAD KEDELAPAN BELAS HINGGA POSTFEMINISME: SEBUAH TINJAUAN TEORETIS
Abstract: Tulisan ini mengulas
perkembangan feminisme barat dari abad ke delapan belas hingga abad ke dua
puluh satu saat feminisme memasuki era postfeminisme untuk mengungkapkan
perubahan feminisme dari waktu ke waktu merupakan perkembangan yang menunjukkan
kemampuan feminisme untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan situasi dan kondisi
yang dialami perempuan. Dalam garis besar, feminisme dapat dibagi menjadi empat
tonggak perkembangan, yakni feminisme awal, feminisme gelombang pertama,
feminisme gelombang kedua, dan feminisme gelombang ketiga dan/atau
postfeminisme. Secara umum keempatnya memiliki tujuan yang sama yakni untuk
memperjuangkan subjektivitas perempuan Masing-masing gelombang memiliki
penekanan perjuangan yang berbeda dan setiap gelombang berikutnya merupakan
revisi dari gelombang sebelumnya. Dikotomi feminisme gelombang ketiga dan/atau
postfeminisme merupakan perkembangan yang paling majemuk dan menimbulkan banyak
kontroversi karena postfeminisme merupakan persinggungan antara feminisme dan
postmodernisme yang berkembang menjelang pergantian milennium yang berpadu
dengan kebutuhan internal dalam feminisme sendiri. Kemajemukan dalam
perkembangan feminisme terakhir ini harus dipandang sebagai kekayaan dan
kelebihan karena itu berarti feminisme semakin terbuka terhadap perbedaan dan
perubahan.
Penulis: Ni Komang Arie
Suwastini
Kode Jurnal: jpsosiologidd130397