PEREMPUAN DALAM MODERNISME DAN POSTMODERNISME

ABSTRAK: Modernisme  telah  menerima  dan  mendorong  perempuan  untuk  bisa berkiprah  di  sektor  publik, tetapi  sekaligus  ia  pun  dituntut  agar  tetap  dapat berkiprah  di  sektor  rumah  tangga.  Konsekuensinya,  gerakan  perempuan  yang terpengaruh  dan  mengikuti  arus  modernisasi,  aliran  feminisme  liberal,  malah menjadikan  perempuan  itu  sendiri  terbebani  peran  ganda.  Gerakan  feminisme liberal  telah  dapat  meningkatkan  pengetahuan  dan  kemampuan  produktif perempuan di domain publik, tetapi belum bisa mengubah ketimpangan gender itu sendiri. Bagi gerakan perempuan yang berorientasi posmodernisme, konsekuensi dari  beban  peran  ganda  perempuan  dan  tetap  berlangsungnya  ketimpangan gender  merupakan  hal  yang  pasti  akan  terjadi,  karena  modernisme  itu  sendiri merupakan  produk  kekuasaan  patriarkhi.  Untuk  itulah,  kaum  feminis-posmodernisme menyatakan, supaya gerakan perempuan efektif dan membuahkan hasil berupa kesetaraan gender, sudah harus sejak awal melakukan dekonstruksi atas  wacana  modernisme  itu  dan  membangun  wacana  yang  bersumber  dari pengalaman-pengalaman hidup perempuan itu sendiri.
Kata  kunci: Modernisme, Gerakan Perempuan, Feminisme Liberal, Posmodernisme
Penulis: Budi Rajab
Kode Jurnal: jpsosiologidd090033

Artikel Terkait :