KONDISI EMPIRIS DAN TANTANGAN ADMINISTRASI NEGARA DI MASA DEPAN
ABSTRAK: Kondisi empiris
menunjukkan bahwa pemerintahan
telah gagal baik dalam teori maupun dalam prakteknya. Hal
ini terjadi karena tidak adanya formula yang dapat mengatasi masalah-masalah
negara selama era reformasi. Mengurangi cakupan
aktivitas negara dan
perluasan pasar tidak
selamanya menjamin pemerintahan yang
kuat dan kesejahteraan
sosial. Hal ini disebabkan oleh pengurangan cakupan
negara, pengikisan kedaulatan
negara, dan negara
yang lemah. Isu mewujudkan
strong political dan
strong administration dalam
arti mewujudkan politik dan
administrasi yang benar-benar
mengabdi pada kesejahteraan rakyat
menjadi sangat urgen.
Tantangan public administration ke depan
adalah menemukan formula
dan model yang
tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti
konflik KPK -
Kepolisian - Kejaksaan
Agung, konflik perbatasan,
mergerisasi departemen/dinas, kepegawaian pusat/daerah, pelayanan publik untuk
masyarakat miskin, penjagaan
terhadap sumber daya
alam dan kekayaan negara
lainnya. Berdasarkan hal
tersebut, tantangan terbesar administrasi negara
masa depan adalah
mengembangkan teori yang
lebih kuat daripada penguatan
negara dan memecahkan
masalah lubang hitam
dalam administrasi negara. Hal
ini diperlukan tidak
hanya teori emansipatif
saja tetapi juga perspektif baru
dari teori struktural, khususnya bagi negara-negara sedang berkembang.
Penulis: Uyat Suyatna
Kode Jurnal: jpsosiologidd090032