PERBEDAAN EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DAN METODE PEER KONSELOR TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS PRA NIKAH PADA SISWA KELAS II MULTIMEDIA DI SMK KARTINI SEMARANG
ABSTRAK: Banyak permasalahan
yang dihadapi oleh
generasi muda di
indonesia saat ini,
salah satunya adalah hubungan seks pra nikah. Pesatnya arus informasi
akibat kemajuan teknologi komunikasi
dan informasi sehingga
membuat remaja terpengaruh
oleh teman maupun lingkungannya. Pemberian
metode pendidikan kesehatan
yang tepat diharapkan
bisa meningkatkan
pengetahuan tentang kesehatan
reproduksi dan menumbuhkan
kesadaran remaja akan pentingnya
kesehatan reproduksi. Tujuan
penelitian ini adalah
untuk mengetahui perbedaan efektivitas
metode ceramah dan
metode peer konselor
terhadap pengetahuan remaja tentang
seks pranikah pada
siswa kelas 2
Multimedia di SMK
Kartini Semarang. Penelitian ini menggunakan quasy eksperimental dengan
non-equivalent control group design, dan metode pengambilan sampel adalah total
sampling. Jumlah sampel sebanyak 72 responden
yang dibagi menjadi
2 kelompok masing-masing
36 responden, populasi
adalah seluruh siswa- siswi
kelas 2 Multimedia
SMK Kartini Semarang,
waktu penelitian bulan Maret, alat
pengumpulan data berupa
kuesioner. yang telah
diujikan validitas dan reabilitasnya.Analisis statistic
menggunakan uji wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan
terdapat perbedaan antara
pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan
dengan metode ceramah nilai Z sebesar -4,232 dan. Dan peer
konselor nilai Z
sebesar -5,221. Serta
terdapat perbedaan efektivitas
metode ceramah dan peer konselor terhadap pengetahuan remaja yaitu pada
kelompok 1 peningkatan pengetahuan
sebanyak 23 responden
sedangkan pada kelompok
2 peningkatan pengetahuan sebanyak 35
responden. Ini menunjukkan
bahwa ada perbedaan
yang signifikan efektivitas metode ceramah
dan metode peer
konselor terhadap pengetahuan
remaja tentang seks
pra nikah. Disarankan pada institusi
pendidikan agar bisa
memilih metode yang
tepat dalam memberikan informasi tentang kesehatan agar
tujuan pembelajaran dapat optimal.
Penulis: Sholihatun
Kode Jurnal: jpkomunikasidd110088