Peran Kelembagaan Usaha Mikro Dan Kecil (UMK) Terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat

Abstrak: UMK dapat dilihat dari berbagai perspektive (sudut pandang). Dalam penelitian ini, peneliti melihat UMK dari sudut pandang institutional (kelembagaan), yang diartikan banyak ahli sebagai  rule of the game (aturan main). Secara kelembagaan, UMK berperan penting dalam perekonomian di Jawa Barat, khususnya dari kontribusinya terhadap jumlah unit usaha yang mencapai 99,98%. Berangkat dari kontribusi UMK yang signifikan dari sisi jumlah, peneliti sangat berminat untuk mengetahui lebih jauh tentang peran dan kontribusi UMK secara kelembagaan terhadap perekonomian, yaitu dari sisi Penyerapan Tenaga Kerja, PDRB dan LPE, yang menjadi tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan tipe deskriptif-eksploratif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa untuk periode 2010-2012,  secara kelembagaan, UMK di Jawa Barat berkontribusi signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja (80%), PDRB (42,78%) dan LPE (2,95%)  dari LPE Jawa Barat 6,59%. Fakta ini menuntut Pemerintah Daerah Jawa Barat lebih proaktif dalam pemberdayaan UMK, karena berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini, 54% kelembagaan UMK di Jawa Barat mengalami kendala. Kendala terbesar adalah persaingan (29,57%), karena lemahnya daya saing kelembagaan UMK. Menurut teori kelembagaan yang digunakan dalam penelitian ini, cara terbaik membangun kelembagaan adalah mengkombinasikan keahlian, strategi, dan koordinasi, yang dilakukan secara equitable ways (dengan cara-cara yang berkeadilan).
Kata Kunci: Peran, Kelembagaan, Usaha Mikro & Kecil (UMK), Perekonomian
Penulis: Ida Nurnida Relawan
Kode Jurnal: jpsosiologidd140262

Artikel Terkait :