PERAN KECENDERUNGAN KECENDERUNGAN KEPRIBADIAN NARSISTIK aTERHADAP KECENDERUNGAN ANOREXIA NERVOSA PADA MODEL PEREMPUAN
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara kecenderungan kepribadian narsistik
dengan kecenderungan anorexia
nervosa pada model perempuan. Masa remaja merupakan fase
transisi dan perubahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa (Hurlock, 1997).
Seiring dengan perubahan fisiknya, banyak remaja menghayati
perubahannya sebagai suatu
hal yang merisaukan
(Dariyo, 2002). Lebih lanjut dijelaskan remaja belajar dari lingkungan
menjadi gemuk adalah buruk.
Kegagalan dalam pemahaman
tersebut mengakibatkan remaja
mengalami kecenderungan
gangguan makan anorexia
nervosa. Seseorang didiagnosa anorexia nervosa
apabila mengalami kesalahan
dalam memandang berat
atau bentuk badan. Individu
yang mengalami gangguan
ini mengalami ketakutan
yang amat sangat terhadap
kenaikan berat badan,
sehingga cenderung melakukan penolakan terhadap
berat badan normal
sesuai umur dan
tinggi badan (American Psychiatric Association,
2000). Brehm (dlm
Maria et al.,
2001) menyatakan bahwa faktor
yang memberikan kontribusi
dalam meningkatkan kecenderungan
anorxia nervosa salah satunya
adalah kepribadian. Hipotesis
yang diajukan adalah
ada hubungan positif antara
kecenderungan kepribadian narsistik
dengan kecenderungan
anorexia nervosa. Subjek
penelitian berjumlah 70
orang model perempuan berusia
18-25 tahun, bertempat
tinggal di kota
Yogyakarta, tercatat sebagai anggota
Lembaga Pendidikan Keterampilan
(LPK) Buva Model
Agency, LPK Samurai Pro,
LPK Danar Studio
Modelling dan model-model
tidak terikat kontrak Pengumpulan
data menggunakan Skala
Kecenderungan kepribadian narsistik dan
Skala Kecenderungan Anorexia
Nervosa, sedangkan metode pengujian hipotesis
akan digunakan korelasi
Product Moment dari
Karl Pearson. Hasil penelitian,
diperoleh r =
0,379 (p <
0,01). Dengan demikian
hipotesis yang diajukan diterima.
Berdasarkan koefisien determinasinya, diketahui
besarnya sumbangan
kecenderungan kepribadian narsistik
terhadap peningkatan kecenderungan
anorexia nervosa sebesar 14,4%.
Penulis: Sowanya Ardi Prahara
Kode Jurnal: jpsosiologidd140198