PENERAPAN METODE KOMUNIKASI NON VERBAL YANG DILAKUKAN GURU PADA ANAK-ANAK AUTIS DI YAYASAN PELITA BUNDA THERAPY CENTER SAMARINDA
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk memahami Proses Komunikasi Non Verbal yang Dilakukan Guru
Terhadap Anak Autis di Yayasan Pelita Bunda Therapy Center Samarinda. Metode
penelitian yang digunakan adalah kualitatif deksriptif. Menggunakan 3 orang
informan sebagai sumber memperoleh data, dengan menggunakan teknik sampling
purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data
kualitatif Model Interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Hasil
yang di dapat dari penelitian ini adalah bahwa Komunikasi non verbal pada
Paralanguage. Penerapannya bahwa apabila terapis marah dia harus mampu
mengendalikan diri untuk menekan intonasi suaranya & menyesuaikan dengan
kondisi anak karena setiap anak memiliki kekurangan yang berbeda-beda. Intonasi
suara yang dilakukan guru terhadap anak-anak autism harus ada penekanan nada
bicara yang jelas dan pembicaraan harus
dilakukan lebih dari 1 kali. Terapis akan menyesuaikan intonasi suara pada saat
berkomuikasi, yang terpenting adalah adanya penekanan suara yang jelas.
Intonasi suara yang dilakukan terapis tergantung pada intruksi. Komunikasi non
verbal pada Kinesics (ekspresi wajah, gerakan tubuh & kontak mata). Pada
ekspresi wajah berdasarkan pengamatan peneliti mendapatkan 4 ekspresi guru terhadap
muridnya, yaitu Senang, Marah, Sedih dan Terkejut. Ekpresi wajah yang dilakukan
terapis tergantung pada situasi & kondisi hati anak. Terapis melakukan
berbagai macam ekspresi wajah sesuai dengan situasi dan kondisi hati anak yang
dimaksudkan agar anak mengerti bagaimana seharusnya mengekspresikan wajah pada
saat komunikasi berlangsung. Gerakan tubuh yang dilakukan terapis adalah
mengacak pinggang, menunjuk, menggelengkan kepala, menggerakan jari jempol
(jika anak pintar memenuhi perintah).
Penulis: Prisca Oktavia Della
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140200