Pemberdayaan Lembaga Mediasi Dalam Mengatasi Sengketa Pertanahan Di Kabupaten Pati
Abstrak: Mediasi pertanahan
sebagai bagian alternatif penyelesaian sengketa melalui non litigasi mempunyai
posisi startegis. Namun fakta menunjukkan mediasi pertanahan di kabupaten Pati
masih belum mampu dimaksimalkan. Berangkat dari kondisi demikian tentunya ada
keinginan sebuah upaya pemberdayaan yang dapat dilakukan agar mediasi
pertanahan dapat terlaksana dengan maksimal.
Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah apakah yang
menjadi latar Belakang Dibutuhkannya Pemberdayaan Mediasi Pertanahan, apakah
yang menjadi penyebab Pemberdayaan Mediasi Pertanahan Belum Maksimal dan
bagaimana model pemberdayaan lembaga mediasi yang lebih efektif bagi para pihak
sehingga mediasi pertanahan dapat teraktualisasi secara maksimal.
Hasil penelitian mendiskripsikan bahwa lembaga mediasi dalam penyelesaian
sengketa di bidang pertanahan perlu diberdayakan karena tipologi atau karakter
sengketa pertanahan selalu berkembang seiring dengan dinamika di masyarakat dan
upaya mengurangi beban perkara pertanahan di pengadilan. Beberapa faktor yang
merupakan problematik sehingga menghambat atau tidak dapat dicapai secara
maksimal penggunaan lembaga mediasi yaitu Faktor karakteristik sengketa atau
akar permasalahan yang menimbulkan sengketa di bidang pertanahan, Faktor
internal dan eksternal para pihak yang bersengketa, Faktor mediator yang belum
berdaya, Faktor sarana dan prasarana yang ada pada lembaga yang masih minim dan
lain-lain.
Penulis: Ristamadji, Sukresno, Suparnyo
Kode Jurnal: jpantropologidd130057