Optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Guna Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Barat
Abstrak: IPM (Indeks
Pembangunan Manusia) menjadi indikator keberhasilan pembangunan. Indeks
pendidikan menjadi salah satu komponen dari IPM yang diukur melalui indeks
rata-rata lama sekolah dan indeks melek huruf. IPM Indonesia tergolong rendah
dibandingkan negara-negara di dunia. Di Jawa Barat sendiri, terdapat beberapa
kabupaten yang menunjukkan indeks pendidikan yang rendah dilihat dari indeks
rata-rata lama sekolah dan indeks melek huruf. Kondisi ini tentu sangat
memprihatinkan, karena sesungguhnya pendidikan merupakan hal yang sangat
menentukan keberhasilan suatu bangsa agar dapat bersaing di era
globalisasi. Pendidikan merupakan hak
bagi setiap individu dan sejatinya dilakukan sejak usia dini karena usia ini
adalah masa emas perkembangan anak. Melalui pendidikan, anak akan mengembangkan
potensi dirinya dan mendapatkan stimulasi melalui pendekatan teori multiple
intelligence. Pemerintah mencanangkan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) pada Hari Anak Nasional 23 Juli
2003. Namun optimalisasi program PAUD belum terselenggara dengan baik.
Beberapa masalah berkaitan dengan belum optimalnya pelaksanaan PAUD
adalah kurangnya investasi dari pemerintah daerah agar PAUD dapat terlaksana
dengan baik, PAUD lebih berkembang di perkotaan dan kurang berkembang di
pedesaan, masih rendahnya kesadaran orang tua tentang pentingnya PAUD, program
PAUD yang sudah berjalan masih belum optimal karena belum mampu menstimulasi
anak secara tepat.
Untuk itu, pemerintah daerah dapat menjalin kerjasama kemitraan dengan
perguruan tinggi untuk dapat melakukan upaya optimalisasi PAUD guna
meningkatkan IPM di Jawa Barat. Dengan kerjasama kemitraan ini diharapkan dapat
membantu meningkatkan indeks rata-rata lama sekolah dan indeks melek huruf,
sehingga IPM di Jawa Barat akan meningkat.
Penulis: Ihsana Sabriani
Borualogo
Kode Jurnal: jpsosiologidd060025