MODEL CORAK BERPIKIR ANALITIS PADA MAHASISWA BERDASARKAN KESESUAIAN GAYA BELAJAR MAHASISWA DENGAN GAYA MENGAJAR DOSEN DAN METODE MENGAJAR DOSEN
ABSTRAK: Penelitian ini
merupakan studi kausal
secara cross sectional
yang dilakukan untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi
corak berpikir analitis mahasiswa.
Corak berpikir analitis
adalah strategi kognitif
yang aktif dan sistematik untuk
memeriksa, menilai dan
memahami peristiwa/kejadian, memecahkan masalah,
dan membuat keputusan
berdasarkan alasan dan
bukti yang valid. Secara konseptual, corak berpikir analitis dipengaruhi
oleh kesesuaian gaya belajar mahasiswa
dengan gaya mengajar
dosen, dan dimoderasi
oleh metode mengajar dosen.
Penelitian dilakukan terhadap
947 mahasiswa di Universitas Padjadjaran dan Institut
Teknologi Bandung, yang terdiri dari 367 laki-laki dan
580 perempuan, dengan
rentang usia antara
17 sampai 25
tahun. Data yang diperoleh
dari hasil penelitian
ini dianalisis dengan
menggunakan analisis jalur. Hasil
analisis jalur menunjukkan
bahwa corak berpikir
analitis dipengaruhi oleh kesesuaian
gaya belajar mahasiswa
dan gaya mengajar
dosen (
inference-doing=0.077, deduction-doing= 0.080,
deduction-thinking= -0.098),
dan dimoderasi oleh metode
mengajar dosen (
inference-doing*method=-0.307, inference-feeling*method=0.184,
recognition of assumption-doing*method=-0.171,
interpretation-watching*method=
-0.068). Berdasarkan hasil
penelitian ini, dosen tidak harus selalu menyesuaikan gaya mengajarnya
dengan gaya belajar mahasiswanya. Dosen juga seyogyanya perlu menerapkan metode
mengajar baik yang berpusat pada
mahasiswa (student-centered) maupun
yang berpusat pada dosen
(teacher-centered) secara hati-hati
agar dapat membentuk
corak berpikir analitis mahasiswa
yang optimal.
Kata-kata kunci: corak
berpikir analitis, gaya belajar mahasiswa, gaya mengajar dosen, metode mengajar
dosen
Penulis: Ratna Jatnika, Hari
Setyowibowo, Fitri Ariyanti Abidin, Yanti Rubiyanti
Kode Jurnal: jpsosiologidd080059