Menggantung ke “Atas”: Perkumpulan Sosial Perdesaan di Era Desentralisasi
Abstrak: Di tengah upaya demokratisasi, pemerintah di tingkat nasional
dan lokal berupaya menciptakan masyarakat yang aktif dan termanifestasi dalam
berbagai perkumpulan sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif,
penelitian ini memperlihatkan peran aktif pemerintah lokal mampu memicu
bermunculannya perkumpulan sosial di tingkat desa karena memiliki kekuatan
struktural melalui regulasi yang dimilikinya untuk mempengaruhi masyarakat.
Selain itu, pemerintah lokal juga
menyediakan modal ekonomi sekaligus modal kultural yang disertakan dalam proses
relasional antara negara dan perkumpulan sosial. Kondisi ini menyebabkan adanya
inisiatif dari beberapa anggota masyarakat untuk membentuk serta terlibat dalam
aktivitas perkumpulan sosial. Ditinjau dari konsep modal sosial, perkumpulan
sosial di Desa Rintis memiliki modal sosial yang tidak seimbang antara bonding,
bridging, dan linking.
Perkumpulan sosial kuat pada sisi linking, namun lemah pada sisi bonding dan
bridging. Oleh karena itu, perkumpulan sosial di Desa Rintis eksitensinya hanya
menggantung ke atas (negara) karena adanya upaya aktif dari para pemimpin
perkumpulan sosial yang ada untuk mengaitkan diri dengan negara. Studi ini
memberikan gambaran peran besar pemimpin (agen) dalam dinamika modal sosial yang dalam studi Putnam (1994) dan Szreter (2002) kurang
begitu dibahas.
Penulis: Anggoro Yudo Mahendro
Kode Jurnal: jpsosiologidd130424