KOREAN WAVE, IMPERIALISME BUDAYA, DAN KOMERSIALISASI MEDIA
Abstrak: Korean
Wave di Indonesia
menempatkan media pada
pusaran fenomena. Media menjadi pengantar bagi masuk dan maraknya
berbagai bentuk budaya populer Korea.
Permasalahan yang muncul
kemudian adalah masyarakat kehilangan
pilihan konten media.
Prinsip diversity of content tidak lagi
menjadi pegangan utama
kerja-kerja media. Sementara, sebagai
perluasan dari ruang publik
yang demokratis, media
harusnya menjadi wadah
bagi munculnya beragam budaya.
Namun bagi media,
konten dilihat sebagai komoditas yang
mendatangkan keuntungan. Budaya
Korea adalah tren
yang sedang diminati. Inilah
yang ditangkap oleh
media sehingga setiap
ulasan atau tayangan mengandung
unsur Korea, sementara
budaya-budaya lainnya, terutama Indonesia
menjadi tersingkir. Keacuhan
media terhadap keberagaman isi
menunjukkan sistem media yang sudah semakin komersil.
Kata Kunci: Korean Wave, Ruang Publik,
Imperialisme Budaya, Komersialisasi Media
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140150