KONTESTASI KEKUASAAN DALAM PRAKTIK SOSIAL KEAGAMAAN GERAKAN PEMUDA ANSOR DI KABUPATEN JOMBANG

ABSTRAK: Memasuki  era  reformasi,  berbagai  ormas  Islam  telah  menunjukkan  pergerakannya yang  lebih  dinamis.  Salah  satunya  adalah  Gerakan  Pemuda  Ansor  (GP  Ansor),  yang merupakan  badan  otonom  dari  organisasi  keagamaan  Nahdlatul  Ulama  (NU),  saat  ini cenderung  menunjukkan  pergeseran  pergerakan,  dari  yang  dulunya  bergerak  dalam  lingkup tradisi NU saja, tetapi pada saat ini lebih menunjukkan pergerakan  yang lebih luas. Namun, adanya  pergeseran  pergerakan  ini  memunculkan  sebuah  perdebatan  dan  tarik  ulur  didalam internal Ansor, antara golongan yang masih mempertahankan tradisi dan golongan yang lebih progresif.  Hal  ini  yang  kemudian  menyebabkan  terjadinya  pertarungan  (kontestasi) kekuasaan  antar  individu  didalamnya.  Beberapa  kasus  yang  menggambarkan  pergeseran pergerakan  pada  GP  Ansor  di  Jombang  antara  lain,  GP  Ansor  Jombang  menyelenggarakan konser  Slank,  mengadakan  Jambore  Vespa,  Konvoi  pengamanan  Tahun  Baru  Masehi, Penjagaan  Gereja  dan  ikut  serta  memberikan  pengawalan  terhadap  pasangan  Pilkada Jombang 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik sosial keagamaan  yang dilakukan  GP  Ansor  merupakan  hasil  dari  kontestasi  kekuasaan  dalam  internal  Ansor  yang muncul akibat dari adanya pergeseran tindakan yang dilakukan. Praktik sosial yang dilakukan ini  merupakan  sebuah  strategi  untuk  menjaga  eksistensi  organisasi  di  era  reformasi  dan kebebasan  ditengah  aktifnya  kembali  berbagai  ormas  Islam  yang  lain.  Strategi  eksistensi organisasi  ini  dilakukan  dengan  upaya  membangun  berbagai  modal  baik  modal  sosial, ekonomi, budaya dan simbolik yang terejawantahkan dalam bentuk praktik sosial keagamaan yang dilakukan.
Kata Kunci: Praktik sosial keagamaan, habitus, kontestasi, GP Ansor, modal
Penulis: Nur Fahmi Ramadhani
Kode Jurnal: jpsosiologidd140228

Artikel Terkait :