KOMPETENSI CALON PERAWAT LULUSAN AKPER DI JAWA BARAT
ABSTRAK. Penelitian ini
bertujuan mempelajari unsur-unsur yang membentuk kompetensi calon perawat
profesional pemula, hubungannya dengan orientasi vokasional, orientasi akademik
dan motivasi kebutuhan dasar, pada mahasiswa Akademi Perawatan (Akper) tingkat
akhir yang dikelola Departemen Kesehatan (Depkes), Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) dan Yayasan Swasta di Jawa Barat. Pendekatan dan metode
penelitian causal comparative dengan
analisis statistik model MCA digunakan komputer pada program SPSS. Landasan
teoretik yang digunakan berkaitan dengan ilmu administrasi, yaitu: kompetensi,
perilaku organisasi, motivasi, kepemimpinan, dan komitmen terhadap pelaksanaan
praktik asuhan, diterapkan dalam pendidikan diploma tiga keperawatan. Fokus
penelitian ini adalah, kompetensi yang dimiliki calon perawat ditinjau dari
prestasi hasil belajar, komitmen terhadap pelaksanaan asuhan, kepemimpinan,
dikaitkan dengan orientasi vokasional, orientasi akademik dan motivasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara orientasi vokasional, orientasi
akademik, dan motivasi dengan prestasi hasil belajar, serta kepemimpinan adalah
lemah dan kurang signifikan (p>0,05). Hubungan antara motivasi dengan
komitmen terhadap pelaksanaan praktik asuhan adalah besar dan signifikan
(p<0,05). Prestasi hasil belajar, komitmen terhadap pelaksanaan praktik
asuhan, dan kepemimpinan berhubungan lemah dan tidak signifikan (p>0,05).
Pola hubungan antar variabel orientasi akademik, orientasi vokasional dan
motivasi terhadap kompetensi pada mahasiswa Akper Depkes berlaku pula bagi
mahasiswa pada Akper Pemkab dan Yayasan Swasta. Pada mahasiswa Akper Pemkab,
pengaruh orientasi akademik, orientasi vokasional dan motivasi terhadap
komitmen mereka pada nilai-nilai moral dalam praktik adalah signifkan
(p<o,o5), sedangkan hubungan ini tidak signifikan (p>0.05) pada Akper
Depkes. Angka rata-rata prestasi hasil belajar kumulatif, komitmen terhadap
praktik asuhan dan kepemimpinan pada mahasiswa Akper Depkes lebih tinggi
dibanding dengan mahasiswa Akper Swasta dan Pemkab. Angka rata-rata ketiga
dimensi kompetensi pada mahasiswa Akper Swasta lebih tinggi dibanding dengan
angka rata-rata pada Akper Pemerintahan Kabupaten. Manajemen pendidikan diploma
tiga yang dikelola Depkes bisa dijadikan model rujukan bagi manajemen pendidikan
diploma tiga yang dikelola Swasta dan Pemerintahan Kabupaten.
Penulis: Udin Naziruddin
Kode Jurnal: jpsosiologidd050038