Kelekatan Kelembagaan: Industri Distro Fesyen di Bandung
Abstrak: Artikel ini berupaya
memperkaya perspektif dalam kajian industri kreatif, yakni cultural
entrepreneurship, social contract, dan contextual knowledge, dengan menggunakan
pendekatan institusional. Argumen utamanya adalah kelekatan kelembagaan
memiliki peran sangat penting dalam mempromosikan distro fesyen kreatif di Bandung yang berdasarkan sejarah dikenal
sebagai kota fesyen. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari
berbagai narasumber. Studi ini mengungkapkan bahwa ketidaklekatan antara negara
dan dunia bisnis fesyen kreatif dan dalam masyarakat fesyen menjadi sesuatu
yang menonjol dalam bisnis yang berjalan. Akibatnya, kreativitas para pengusaha fesyen tidak mampu menjadi lebih
baik dan organisasi bisnis yang dibangun secara internal sulit menjadi mapan.
Perkembangan terbaru studi ini mengindikasikan para aktor ekonomi dengan modal
besar dan pemerintah lokal mulai bekerja sama dengan industri fesyen distro. Perkembangan ini
memberi kesan bahwa problematika ketidaklekatan dapat ditransformasikan dengan
melekatkan negara sebagai pelaku bisnis sama halnya dengan melekatkan aktor
dalam bisnis. Kedepannya distro fesyen kreatif di Bandung akan bergantung pada
kekuatan perjuangan untuk melekatkan berhadapan ketidaklekatan negara, ekonomi,
dan asosiasi yang menyokongnya.
Keywords: institutional
embeddedness, fashion distro, creativity province, voluntary association,
Bandung
Penulis: Rochman Achwan
Kode Jurnal: jpsosiologidd130422