KAPASITAS PERIKANAN TANGKAP DI TELUK TOMINI WILAYAH PERAIRAN SELATAN GORONTALO
ABSTRAK: Fishing capacity diartikan sebagai kemampuan input
perikanan (unit kapal) yang digunakan dalam memproduksi output (hasil
tangkapan), yang diukur dengan unit penangkapan
atau produksi alat
tangkap lain. Secara
sederhana, fishing capacity adalah
kemampuan unit kapal
perikanan (dengan segala aspeknya) untuk menangkap ikan. Tentu
saja kemampuan ini akan bergantung pada
volume stok sumberdaya
ikan yang ditangkap
(baik musiman maupun tahunan) dan
kemampuan alat tangkap
ikan itu sendiri.
Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis efisiensi
teknis dan kapasitas perikanan tangkap antar tahun; antar jenis armada
penangkapan dan antar armada pukat cincin.
Lokasi penelitian di perairan
bagian selatan gorontalo
dengan menggunakan metode pendekatan data analysis envelopment
(DEA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan perikanan tangkap selama
20 tahun sejak tahun 1986 – 2005 di wilayah Perairan Selatan Gorontalo pada
tahun 1995, 2003 dan 2005 merupakan tahun yang paling efisien dibandingkan
dengan tahun-tahun yang lain sehingga tahun-tahun ini dapat dijadikan sebagai
dasar dalam pengalokasian jumlah upaya dan hasil tangkapan,untuk alat tangkap
yang paling efisien adalah pukat cincin dan pancing sedangkan jaring insang
merupakan jenis alat tangkap yang tidak efisien, sekitar 11 kapal yang memiliki
tingkat efisiensi sama dengan 1. Untuk
mencapai tingkat efisiensi dari
masing-masing kapal pukat
cincin maka perlu
melakukan pengurangan jumlah input berupa mengurangi ukuran GT kapal
sebesar 27,97%, mengurangi lama waktu penangkapan ikan sebesar 29,49%,
mengurangi jumlah trip/bulan sebesar 26,87% dan mengurangi biaya operasional
sebesar 15,67%
Penulis: Abdul Hafidz Olii,
Daniel R. Monintja, Ari Purbayanto dan Victor PH. Nikijuluw
Kode Jurnal: jpsosiologidd070042