IMPLEMENTASI PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT (Studi Pengembangan Penanggulangan Bencana Desa Tangguh di Desa Boboh Kecamatan Menganti)

Abstrak: Program  penanggulangan  bencana  berbasis  masyarakat  desa  tangguh  di  Desa  Boboh  Kecamatan Menganti  Kabupaten  Gresik  hingga  saat  ini  masih  menimbulkan  beberapa  permasalahan  dalam implementasinya  di  antaranya  adalah:  (1)  Variabel  Komunikasi,  implementor  masih  belum  mampu menyampaikan informasi yang efektif, hal ini disebabkan minimnya fasilitas penunjang informasi di desa dan rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap pemerintah; (2) Variabel Sumber Daya, minimnya sumber daya manusia  yang  tersedia,  minimnya  Anggaran  kebencanaan  dan  fasilitas  sarana  dan  prasarana  yang  kurang memadai;  (3)  Variabel  Disposisi,  kurangnya  kejujuran,  komitmen  dan  tanggungjawab  implementor  hal  ini disebabkan belum adanya upaya yang sesuai harapan dan dibutuhkan masyarakat. Keseriusan implementor yang masih rendah, karena tidak adanya tindak lanjut atau strategi yang digunakan implementor dan upaya- upaya  yang  dilakukan  masih  sangat  terbatas;  (4)  Variabel  Birokrasi,  terjalinnya  hubungan  baik  antara pemerintah  daerah  dan  aparatur  desa  cukup  baik,  sistem  koordinasi  dapat  terjalin,  tidak  berbelit-belit  dan penguatan  lembaga  masyarakat  dapat  diandalkan.  Oleh  karena  itu  pendekatan  melalui  paradigma pengurangan risiko merupakan jawaban yang tepat untuk melakukan upaya penanggulangan bencana daerah. Dalam paradigma ini setiap individu, masyarakat di daerah diperkenalkan dengan berbagai ancaman yang ada diwilayahnya,  bagaimana  mengurangi  ancaman  (hazard)  dan  kerentanan  (vulnerability)  yang  dimiliki,  serta meningkatkan kemampuan (capacity) masyarakat dalam menghadapi setiap ancaman.
Kata Kunci: Implementasi, Penanggulangan, Bencana, Berbasis Masyarakat
Penulis: Sapto Pramono dan M. Yusuf
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd150536

Artikel Terkait :