FENOMENOLOGI KOMUNIKASI PERKAWINAN ANTARBUDAYA
Abstract: Pada sepuluh tahun
terakhir ini topik tentang komunikasi pernikahan antarbudaya mulai popular di
kalangan peneliti komunikasi. Meskipun telah dilakukan beberapa riset tentang
topik ini, penelitian yang memfokuskan pada perkawinan antara wanita Indonesia
dengan pria Belanda khususnya pada aspek komunikasi perkawinan belum pernah
dilakukan. Padahal pernikahan antara kedua kelompok budaya ini telah terjadi
dalam waktu yang lama dan memiliki sejarah yang panjang. Tidak adanya riset di
bidang ini membuat fenomena ini terabaikan sehingga khazanah pengetahuan di
bidang ini tidak tersedia. Penelitian ini berfokus pada penggalian pengalaman
komunikasi tempat wanita Indonesia yang menikah dengan pria Belanda dan berhasil
menjalani perkawinan mereka yang berlatar antarbudaya. Dengan menggunakan
metode fenomenologi penelitian ini mencoba untuk menggambarkan proses dan
dinamika pasangan kawin campur ini dalam melakukan komunikasi untuk mengatasi
perbedaan budaya yang mereka miliki. Untuk kepentingan tersebut diajukan tiga
pertanyaan penelitian sebagai berikut; (1) bagaimana para wanita tersebut
memanadang perkawinan antarbudaya yang mereka jalani?, (2) Bagaimana mereka
memaknai aktivitas komunikasi dalam perkawiwnan mereka? (3) dan Bagaimana
pengalaman mereka berkomunikasi dalam latar pernikahan antar-budaya? Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui kegiatan wawancara. Setiap informan secara sukarela
diwawacarai selama 60 hingga 100 menit dengan lokasi di rumah, di café atau di
tempat mereka bekerja. Dalam wawancara tersebut para wanita informan ini
memberikan pegalaman pribadi mereka yang khas yang berkontribusi pada
keberhasilan perkawinan mereka. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan
sepuluh tema penting dalam berkomunikasi pada setting pernikahan antarbudaya,
yakni: tema kesetaraan, keterbukaan, ekspresi rasa cinta, hati-hati
menafsirkan, empati, open minded, tantangan, enjoy, penyesuaian dan ngemong.
Penulis: Antar Venus
Kode Jurnal: jpkomunikasidd130349