EKSPLOITASI TUBUH PEREMPUAN DALAM FILM “AIR TERJUN PENGENTIN” KARYA RIZAL MANTOVANI (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Abstrak: Film merupakan produk dari komunikasi massa di tanah air yang sudah maju pesat, membuat film bukan lagi suatu hal yang hanya sekedar ditonton ataupun disaksikan Film “Air Terjun Pengantin” adalah film horor yang menggunakan sensualitas tubuh perempuan dan sarat dengan komedi berbau pornografi. Berdasarkan hasil penelitian dari data yang ada, bahwa eksploitasi tubuh perempuan dalam film “Air Terjun Pengantin” terlihat eksploitasi secara fisik dan non fisik, secara fisik ditunjukkan dengan adanya shot-shot yang mengeksplor beberapa bagian tubuh tertentu seperti bibir, dada, pundak, dan pinggul, serta bahkan menampilakan ciuman dengan bahasa tubuh dan ekspresi yang menunjang terbentuknya citra yang tidak pada film tersebut. Sedangkan secara non fisik ditunjukkan dengan menampilkan perempuan dalam berbagai karakter (realitas kedua) seperti mudah tergoda laki-laki, seksi, dan agresif. Film ini menampilkan sebuah realitas kehidupan dengan berlibur tentang gambaran gaya hidup perempuan zaman sekarang dengan balutan pakaian model wanita yang cenderung terbuka yakni bikini, tatanan rambut, dan juga teknik pengambilan gambar yang cenderung eksplor (close up) terhadap beberapa bagian tubuh tertentu (bibir, dada, pundak, dan pinggul, serta adegan ciuman) dan penggunaan sudut pengambilan gambar high angle yang menunjuk perempuan sebagai objek pandang dalam hal ini bagi laki-laki.
Kata Kunci: Eksploitasi perempuan, Semiotika, Film Air Terjun Pengantin
Penulis: Dio Pratama.A
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150118

Artikel Terkait :