Dinamika Kelompok Mandiri Perempuan (KMP) terhadap Program Pemberdayaan Ekonomi Simpan Pinjam (Studi Pada Dampingan LSM RUMPUN Di Dukuh Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang)
Abstrak: Perempuan desa
memiliki potensi yang belum dikembangkan dengan baik dalam pembangunan karena
secara kultural mereka terikat oleh adat dan budaya setempat. Perempuan desa
memiliki pendidikan yang rendah, kurangnya keterampilan, pembagian kerja secara
seksual yang masih kaku dan tinginya angka pernikahan dini. Untuk memberikan
pilihan lebih kepada perempuan, LSM RUMPUN memberikan kontribusinya dengan
membentuk pemberdayaan kelompok di pedesaan. LSM RUMPUN memiliki beberapa tema
program antara lain: pengembangan ekonomi melalui skema simpan pinjam guna
peningkatan pendapatan, pendidikan warga negara, advokasi kebijakan dengan
kepentingan perempuan, dan pengembangan mata pencaharian berbasis lingkungan.
LSM RUMPUN dalam menjalankan program pengembangan tersebut memberikan fokus
pada perempuan di daerah pedesaan. Pengembangan dilakukan dengan membentuk
kelompok-kelompok mandiri perempuan yang kemudian mendapatkan pendampingan oleh
LSM RUMPUN.
Salah satu desa yang menjadi target pemberdayaan LSM RUMPUN adalah Desa
Jatiguwi, Dukuh Jatimulyo. Dua kelompok di Dukuh tersebut yakni KMP Intan dan
KMP Mutiara dibimbing untuk dapat melakukan kegiatan simpan pinjam dan kegiatan
produksi. Program simpan pinjam kemudian menjadi hal yang menarik peneliti
untuk meninjau dinamika kelompoknya mengenai fenomena tersebut lebih lanjut.
Untuk melihat dinamika kelompok yang terjadi, peneliti menggunakan konsep dari
Ruth Benedict (dalam Santosa, 2004: 7) yakni melihat segi dari segi kohesi
(persatuan), motif (dorongan), struktur, pimpinan, dan perkembangan kelompok.
Dengan analisis dari dinamika kelompok ini selanjutnya akan nampak
faktor-faktor yang secara fluktuatif mempengaruhi perkembangan kelompok baik
dari dalam (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Dari perkembangan kelompok
yang ada pada KMP Intan dan KMP Mutiara, peneliti lalu mengkategorikan kelompok
tersebut pada kelompok yang increase dan kelompok yang decrease dengan
berpedoman pada potensi yang dimiliki kelompok tersebut.
Penulis: Sulastri
Kode Jurnal: jpsosiologidd140221