DINAMIKA ISLAM POLITIK PASCA ORDE BARU: KAJIAN PSIKOANALISI LACANIAN ATAS HUBUNGAN KAMMI DAN PKS
ABSTRACT: Artikel ini
bertujuan menganalisis hubungan antara gerakan mahasiswa dan partai politik
di Indonesia pasca-reformasi. KAMMI,
gerakan mahasiswa Islam terkemuka
di Indonesia, kerap dikaitkan dengan PKS
(Partai Keadilan Sejahtera) dalam hal
identitas dan praktek
politik. Hal ini
memunculkan ‘masalah independensi’ KAMMI karena sejak Kongres pertama
tahun 1998, organisasi mahasiswa ini
telah menyatakan ‘bebas dari semua tekanan politik’. Artikel ini, dengan menggunakan tradisi psikoanalisis
Lacanian, membongkar bentuk-bentuk subjektivitas
KAMMI dan interpelasi
PKS yang membuat partai politik ini menghegemoni suara
KAMMI. Proses interpelasi didukung proyeksi fantasi, emosi,
dan cermin pengembangan KAMMI sejak tahun 1998 sampai sekarang. PKS
menciptakan identitas KAMMI dan membuat suara KAMMI identik dengan partai ini.
Namun, ada beberapa upaya melepaskan hegemoni melalui
beberapa gerakan reformasi
dari dalam. Upaya
reformasi internal, meskipun
berkontribusi pada dinamika
internal KAMMI, tidak mampu menciptakan wacana alternatif
karena kelemahan gerakan tersebut. Kasus KAMMI dapat menjadi model untuk
menjelaskan bagaimana gerakan-gerakan mahasiswa lainnya berkembang dan terkait
dengan partai politik di Indonesia pasca-reformasi.
Penulis: Ahmad Rizky
Mardhatillah Umar
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd140090