ANALISIS PENGARUH SOSIAL EKONOMI DEMOGRAFI RUMAH TANGGA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI PROVINSI JAMBI (ANALYSIS DATA SDKI TAHUN 2007)
Abstract: Tujuan penelitian
adalah mengkaji keterkaitan status sosial ekonomi demografi dengan kesehatan
reproduksi, dengan rincian: (1) Mempelajari dan mendeskripsikan status sosial
ekonomi demografi rumahtangga, dan kesehatan reproduksi di Provinsi Jambi, dan
(2) Mengkaji dan menganalisis pengaruh status sosial ekonomi, dan kondisi demografi rumahtangga baik secara langsung maupun tidak langsung
terhadap kesehatan reproduksi. Desain penelitian adalah dokumentasi (Data SDKI
tahun 2007). Pelaksanaan penelitian difokuskan pada Provinsi Jambi. Variabel
Penelitian dikelompokkan kedalam empat bagian, yakni aspek demografi (umur
responden, dan jumlah anak masih hidup), status sosial ekonomi rumahtangga
(jenjang pendidikan, indeks kekayaan, status pekerjaan ibu, dan pengambilan
keputusan), pelayanan KB (akses informasi KB, dan biaya KB), dan aspek
Kesehatan Reproduksi (pemeriksaan kehamilan, umur kawin pertama, umur
melahirkan pertama, dan penggunaan
kontrasepsi). Pelaksanaan penelitian ini membutuhkan waktu selama 3 (tiga)
bulan kalender. Untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi, dan demografi
baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan reproduksi di
analisis melalui model Structural Equation Model (SEM) dengan program Linear Structural Releationship
(LISREL) versi 8.8. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa status sosial ekonomi dan demografi wanita kawin di Provinsi
Jambi kaitannya dengan pelayanan KB dan Kesehatan reproduksi tergolong relatif
rendah namun memiliki sumberdaya potensial atau produktif dan didukung pola
pengambilan keputusan terhadap kesehatan reproduksi yang baik dan demokratis.
Wanita kawin di Provinsi Jambi sebagian besar sedang menggunakan metode/cara KB
modern (68,6 %), dan alat/cara KB yang dominan adalah terfokus pada alat/cara
KB jangka pendek dengan akses informasi dan biaya cukup mudah dan murah. Hasil
penelitian lainnya ditemukan bahwa rata-rata usia kawin pertama responden di
bawah umur 25 tahun, dan selama kehamilan diperiksa sesuai dengan standar
Depkes yaitu diatas enam kali. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel
demografi, dan status sosial ekonomi rumahtangga baik secara langsung maupun
tidak langsung berpengaruh positif sangat nyata dan signifikan terhadap
pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (Reproductive Health).
Penulis: Suandi
Kode Jurnal: jpsosiologidd100069