ANALISIS DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BULELENG
Abstrak: Pendekatan Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri Pedesaan PNPM-MPD merupakan
pengembangan lebih lanjut
dari Program Pengembangan Kecamatan
(PPK) yang sudah
dilaksanakan sejak tahun 1998. Salah satu agenda penting di tingkat
masyarakat terkait pelaksanaan PNPM Mandiri
Pedesaan adalah kegiatan
pengembangan kapasitas
indvidu masyarakat, pada
tataran pelaksanaan di
masyarakat kegiatan
pengembangan kapasitas tersebut
meliputi proses sosialisasi, pelatihan dan
pelaksanaan siklus pemberdayaan.
Alat analisis yang digunakan dalam
mengevaluasi proses pemberdayaan
adalah menggunakan model
pendekatan evaluasi Fujikake.
Model Fujikake merupakan salah
satu model evaluasi
yang menurut penulis
cukup implementatif, dimana indikator-indikator yang
digunakan cukup lengkap dan bisa diukur dengan jelas. Penjabaran
mengenai model analisis ini telah dijelaskan
secara detail dalam
kajian literatur. Hasil
dari analisis model Fujikake ini
selanjutnya digunakan sebagai
masukan atau akan
dibahas lebih dalam pada
metode analisis berikutnya
yaitu analisis deskriptif kualitatif. Dari
hasil penelitian dan
analisis yang telah
dilakukan maka didapatkan temuan
bahwa rangkaian kegiatan
pengembangan kapasitas yang dilaksanakan
dalam program pemberdayaan
masyarakat PNPM Mandiri Pedesaan
di Kecamatan Sawan
dan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng
telah menunjukkan perkembangan
kapasitas masyarakat yang cukup baik, hal ini sesuai dengan teori yang
menyatakan bahwa pemberdayaan menekankan pentingnya suatu proses edukatif atau pembelajaran dalam
melengkapi masyarakat untuk
meningkatkan keberdayaan
mereka, sehingga masyarakat
memiliki gagasan-gagasan, pemahaman,
kosakata, dan keterampilan bekerja menuju perubahan yang efektif dan
berkelanjutan (Ife dan Tesoriero, 2008: 148 dan 350).
Penulis: I Made Gunamantha,
Gede Putu Agus Jana Susila
Kode Jurnal: jpsosiologidd150113