BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA SHMILY CUPCAKES
ABSTRACT: Tujuan utama
perusahaan yakni memperoleh pendapatan dan keuntungan, maka diperlukan adanya
suatu perencanaan penjualan yang dapat dipergunakan untuk mengetahui besarnya
volume penjualan minimum yang harus dicapai oleh perusahaan agar tidak
mengalami kerugian. Untuk itu diperlukan alat analisis yang mampu memberikan
informasi mengenai perencanaan penjualan, yaitu analisis Break Even (BE) atau
Break Even Point (BEP) yang biasa disebut titik pulang pokok / titik impas.
Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan alat
analisis BEP dalam merencanakan dan lebih meningkatkan laba perusahaan. Metode
penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kasus. Shmily adalah
usaha dagang yang bergerak dibidang pembuatan kue yaitu cupcakes, yang terdiri
dari berbagai macam jenis rasa. Hasil menjelaskan bahwa perusahaan dengan
memperhitungkan margin of safety dan contribution margin dapat memaksimalkan
metode break even point sebagai metode untuk melakukan penjualan di atas titik
impas dan meminimalisasi kerugian. Tingkat break even point dicapai home
industry Shmily Cupcakes pada penjualan dapat mencapai keuntungan diatas
rata-rata. Hal itu menunjukkan bahwa owner telah melakukan penjualan di atas
titik impas serta memperoleh banyak keuntungan. Owner Shmily Cupcakes sebaiknya
menerapkan analisis BEP sebagai salah satu alat untuk mengetahui kondisi keuangan
yang telah dicapai.
Penulis: Reisty Mangundap,
Harijanto Sabijono, Victorina Tirajoh
Kode Jurnal: jpmanajemendd140619