PENERAPAN PERMAINAN SENAM OTAK (BRAIN GYM) DALAM MENGOPTIMALKAN OTAK KANAN ANAK USIA DINI
Abstraksi: Setiap Anak
dilahirkan dengan bakat yang merupakan potensi kemampuan (inherent component of
ability) yang berbeda-beda dan yang terwujud karena interaksi yang dinamis
antara keunikan individu dan pengaruh ingkungan. BerbagaI kemampuan yang
teraktualisasikan beranjak dari berfungsinya otak kita. Berfungsinya otak kita,
adalah hasil interaksi dari cetakan biru (blue print) genetis dan pengaruh
lingkungan itu. Pada waktu manusia lahr, kelengkapan organisasi otak yang
memuat 100 – 200 milyar sel otak (Teyler, 1977, dalam Clark, 1986), siap untuk
dikembangkan serta diaktualisasikanmencapai tingkat perkembangan potensi
tertinggi. Jumlah ini mncakup beberapa trilyun jenis informasi dalam hidup
manusia (Sogan, 1977, dalam Clark, 1986). Sayang sekali, riset membuktikan
bahwa hanya 5% dari kemampuan tersebut (Ferguson, 1973 dalam Clark, 1986).
Penggunaan system kompleks dari proses pengelolaan otak ini sebenarnya sangat
menentukan intelegensi maupun kepribadian dan kualitas kehidupan yang dialami seseorang manusia, serta
kualitas manusia itu sendiri. Untuk meningkatkan kecerdasan anak maka produksi
sel neuroglial, yaitu sel khusus yang mengelilingi sel neuron yang merupakan
unit dasar otak, dapat ditingkatkan melalui berbagai stimulus yang menambah
aktivitas antara sel neuron (synaptic activity), dan yang memungkinkan
akselerasi proses berpikir (Thomson, Berger dan Bery, 1980, dalam Clark, 1986).
Kecerdasan orang banyak ditentukan oleh struktur otak. Cerebrum otak besar
dibagi dalam dua belahan otak yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut
corpus callosum. Belahan otak kanan menguasai belahan kiri badan. Respon, tugas
dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai
pengalaman belajar, sebagaimana seorang mengalami realitas secara berbeda-beda
dan unik. Belahan belahan otak kiri terutama berfugsi untuk merespon terhadap
hal yang siftnya liner, logis, teratur, sedangkan yang kanan untuk
mengembangkan imaginasi dan kreativitas. Berfungsinya belahan otak kanan inilah
yang perlu digalakan dalam pengembangan kreativitas. Sayang sekali,
sekolah-sekolah kita pada umumnya kurang memperhatikan berfungsinya belahan
otak kanan. Pembelajaran yang mengendalikan berfungsinya kedua belahan otak
secara harmonis akan banyak membantu anak berprakarsa mengatasi dirinya,
meningkatkan prestasi belajar sehingga mencapai kemandirian dan mampu
menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, penulis mengajak para pendidik, atau
tenaga kepedidikan, orangtua, dan siapapun yang berhubungan langsung maupun
tidak langsung dengan anak usia dini untuk ikut berpartisipasi dalam
mengembangkan kecerdasan otak anak dengan aktif melakukan senam otak. Menurut
penelitian, senam otak mampu mengembangkan kreatifitas anak dan mampu
meningkatkan daya konsentrasi serta menimbulkan kemandirian dan kematangan
emosional anak. Segala bentuk kebaikan, kerap orangtua lakukan untuk perbaikan
anak-anak yang dicintainya. Sebagai pendidik, seharusnya juga mampu dalam mengatasi
segala bentuk kesulitan siswa didiknya.
Juga, sebagai generasi muda pemegang kekuatan utama, yaitu melakukan
pembaharuan-pembaharuan dalam mengatasi permasalahan dalam pendidikan.
Penulis: Indah Wulandari
Kode Jurnal: jppaudsddd140871