Meningkatkan Pemahaman Konsep Bilangan Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Dengan Media Kartu Angka Di TK Pertiwi Rejosari
Abstraksi: Sejak semula
manusia di desain dan diciptakan sebagai mahluk yang dialogis disamping mahluk
yang berakal. Adakalanya manusia berdialog dengan dirinya dengan sesama
kaleganya terlebih dengan lingkungannya. Dalam dialog tersebut manusia
memerlukan sebuah sarana atau komunikasi, karena dengan komunikasi itulah
manusia dapat melangsungkan eksistensi dirinya. Manusia merupakan mahluk yang
paradokal, kadangkala ia ingin berada bersama yang lain. Pentingnya ilmu hitung
dalam kehidupan sosial telah menjadi perhatian yang menarik banyak cendekiawan
dan pakar pendidikan. Sejak zaman Aristoteles, meskipun hanya berkisar retorika
dalam lingkungan kecil, namun pada pertengahan abad ke 20, ketika dunia
dirasakan semakin kecil akibat revolusi industri dan revolusi tehnologi
elektronik, para cendekiawan merasakan pentingnya peningkatan materi berhitung.
Karena didasari atau tidak manusia hidup selalu menggunakan ilmu hitung dalam
kesehariannya. Rumusan Masalah : (1) Apakah melalaui penerapan kegiatan bermain
di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus dapat meningkatkan
pemahaman konsep bilangan?. (2) Apakah memanfaatkan penerapan Kegiatan bermain
untuk meningkatkan kemampuan siswa 0 besar dalam memahami konsep bilangan di TK
Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus?. (3) Bagaiamana upaya
meningkatkan kemampuan anak di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus
untuk dapat memahami konsep bilangan?. Kesimpulan : (1) Peningkatan kemampuan
konsep bilangan anak di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus
dapat dilakukan dengan melalui kegiatan bermain kartu angka. (2) Kegiatan
bermain kartu angka merupakan salah satu kegiatan yang dapat menstimulus
kemampuan konsep bilangan anak anak. (3) Kegiatan bermain kartu angka dapat
meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak. Saran : (1) Seorang guru sebaiknya menggunakan berbagai metode dan
media dalam pembelajaran diantaranya adalah kegiatan bermain. (2) Seorang guru
harus selalu aktif melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Penulis: Kustini
Kode Jurnal: jppaudsddd130053