VITILIGO: TINJAUAN PUSTAKA
ABSTRACT: Vitiligo merupakan
penyakit kulit dan membran mukosa kronis akibat destruksi melanosit, dengan
karakteristik makula depigmentasi, mempunyai faktor predisposisi multifaktorial
dan faktor pencetus seperti trauma, terbakar matahari, stres, dan penyakit sistemik.
Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, tetapi terdapat beberapa teori
yang menjelaskan tentang hilangnya melanosit epidermal pada vitiligo. Teori
patofisiologi vitiligo yang paling berperan antara lain mekanisme autoimun,
sitotoksik, biokimia, oksidan-antioksidan, neural, dan virus. Manifestasi
klinis berupa makula amelanotik berwarna putih susu atau seperti kapur,
biasanya berbatas tegas dan tepi dapat berlekuk. Klasifikasi vitiligo antara
lain segmental, akrofasial, generalisata, dan universal, atau berdasarkan pola
daerah yang terkena yaitu jenis fokal,
campuran, dan mukosa. Penyakit endokrinopati yang sering ditemukan pada pasien
vitiligo antara lain disfungsi tiroid, penyakit hipertiroid lain (penyakit Grave)
atau hipotiroid (tiroiditis Hashimoto). Pemeriksaan laboratorik yang membantu
dalam membangun diagnosis vitiligo, antara lain kadar thyroid stimulating
hormone, anti-nuclear antibody, dan darah lengkap. Pada pemeriksaan histologi
tidak ditemukan melanosit pada lesi kulit. Pengobatan berupa tabir surya,
kortikosteroid topikal, imunumodulator topikal, kalsipotriol topikal,
pseudokatalase, kortikosteroid sistemik, PUVA, NBUVB, laser excimer, bioskin,
laser helium neon, khellin, L-fenilalanin, antioksidan, depigmentasi,
autologous thin thiersch grafting, suction blister grafts, transplantasi kultur
melanosit autologous, kamuflase, TNF-α, dan imunosupresan sistemik.
Penulis: Rika Lukas, Hendra
Tarigan Sibero
Kode Jurnal: jpkedokterandd150188