UKURAN BENIH DAN SKARIFIKASI DENGAN AIR PANAS TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH POHON KUKU (Pericopsis mooniana)
ABSTRAK: Pohon kuku
(Pericopsis mooniana) merupakan salah satu
tanaman komersial. Perbanyakan pohon
kuku secara generatif
mengalami kendala karena benih
pohon kuku mengalami dormansi fisik
serta ukuran benih yang
bervariasi sehingga
memengaruhi perkecambahan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh
ukuran berat benih terhadap perkecambahan benih
pohon kuku dan mengetahui
pengaruh ukuran berat benih terbaik terhadap perkecambahan
benih pohon kuku,
mengetahui pengaruh perendaman
dalam air panas suhu
awal 80˚C dengan
lama waktu perendaman
yang berbeda-beda terhadapperkecambahan benih
pohon kuku, mengetahui pengaruh lama waktu
yang terbaik untuk perendaman
benih dalam air bersuhu awal 80˚C terhadap perkecambahan benih pohon kuku.Penelitian disusun
dalam Rancangan Acak
Kelompok (RAK), dengan 5
perlakuan dan 3 kelompok. Benih
dikelompokkan menjadi bobot berat, sedang, dan
ringan. Perlakuan yang diberikan yaitu tanpa perendaman, perendaman dalam
air panas suhu
awal 80˚C selama 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Setiap unit percobaan
terdiri dari 100 benih. Variabel yang diamati
terdiri atas persentase
kecambah, rata-rata hari
berkecambah, nilai kecambah,
dan daya kecambah. Metode analisis
data yang digunakan
meliputi homogenitas ragam,
sidik ragam, dan uji beda
nyata terkecil (BNT) pada
taraf nyata 5%. Berdasarkan analisis
ragam didapatkan hasil bahwa bobot benih berpengaruh nyata terhadap
rata-rata hari berkecambah, tetapi tidak berpengaruh terhadap persentase
kecambah, nilai kecambah, dan daya kecambah. Benih dengan bobot sedang memiliki rata-rata hari berkecambah 15,088 hari
untuk berkecambah. Benih sedang lebih cepat berkecambah dibandingkan
dengan benih berat dan ringan.
Skarifikasi benih berpengaruh
nyata terhadap persentase
kecambah, dan nilai kecambah tetapi tidak berpengaruh
terhadap rata-rata hari berkecambah dan daya kecambah. Skarifikasi benih
dengan air panas
suhu awal 80°C
selama 48 jam
memiliki persentase kecambah 28,000%,
persentase kecambah ini
lebih baik dibandingkan
dengan skarifikasi selama 36 jam,
24 jam, 12 jam, dan kontrol.
Penulis: Anita Luksi Indria
Sandi, Indriyanto, dan Duryat
Kode Jurnal: jpkehutanandd140049