TERAPI FARMAKOLOGIS PASIEN ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME DENGAN DIARE KRONIK DAN STOMATITIS

Abstrak: Program  penanggulangan  HIV/AIDS  di  Indonesia  ditujukan  pada paradigma  Zero  Disease  Related  Death.  Sejak  penemuannya  di  tahun  1996,  obat  Anti Retro  Viral  (ARV)  telah  memberikan  kemajuan  besar  dalam  modalitas  terapi  kausal pasien  dengan  HIV/AIDS  Terapi  lain  juga  diperlukan  untuk  meminimalisir  komplikasi sehingga dapat meningkatkan    kualitas hidup serta menurunkan mortalitas.  Kasus.  Ny.  R 30 tahun dengan diare lebih dari dua minggu, sariawan  yang tidak  kunjung sembuh serta penurunan berat badan 26 kg dalam 6 bulan terakhir.  Dari hasil pemeriksaan fisik indeks masa  tubuh  12.08  kg/m2,  pseudomembran    keputihan  pada  rongga  orofaring. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan antibodi HIV reaktif serta CD4 20/µl.  DiagnosisAIDS  dengan  diare  kronik.  Simpulan.  Pada  pasien  dengan  HIV  yang  telah  masuk  ke alam AIDS, maka diberikan terapi menggunakan tiga jenis ARV. Sebelum terapi ARV dimulai  pasien  perlu  diberi  konseling  untuk  kepatuhan  dalam    meminum  ARV  serta di inisiasi dengan pemberian kotrimoksazol. Selain ARV sebagai terapi kausatif, perlu juga diberikan  terapi  untuk  gejala  penyerta  yang  dapat  menurunkan  kualitas  hidup  pasien.
Kata kunci: HIV, AIDS, ARV
Penulis: Dwi Permatasari
Kode Jurnal: jpkedokterandd140120

Artikel Terkait :