TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB) SEBAGAI PENCEGAH KERUSAKAN MUKOSA LAMBUNG
ABSTRACT: Rusaknya mukosa
lambung dapat terjadi akibat penghambatan sintesis prostaglandin. Kadar
prostaglandin yang menurun akan menimbulkan ketidakseimbangan antara faktor
agresif (asam lambung dan pepsin) dengan faktor defensif (mukus dan bikarbonat,
aliran darah, regenerasi epitel) sehingga memicu proses inflamasi yang akan
meningkatkan pembentukan radikal bebas dari hasil sampingan fagositosis.
Temulawak memiliki kandungan antioksidan seperti fenol, flavonoid dan kurkumin
yang akan menangkap radikal bebas dalam tubuh. Flavonoid juga memiliki fungsi
lain seperti menstabilisasi membran sel serta menginhibisi peroksidasi lipid,
meningkatkan kandungan prostaglandin mukosa dan mukus di mukosa lambung dengan
menstimulasi cyclooxygenase-1 (COX-1), mengurangi sekresi asam dan pepsinogen
dalam lambung.
Selain itu kurkumin yang dikandung oleh rimpang temulawak dapat menekan
pembentukan tumor necrosis factor alpha (TNF-α) sehingga mencegah aktifitas
inflamasi yang akan menaikkan pembentukan radikal bebas dari proses
fagositosis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa temulawak memiliki potensi
sebagai pencegah kerusakan mukosa lambung.
Penulis: Gina Sonia Bintari,
Indri Windarti, Dewi Nur Fiana
Kode Jurnal: jpkedokterandd140338