TATALAKSANA DERMATOMIKOSIS PADA PASIEN MORBUS HANSEN DENGAN REAKSI REVERSAL
ABSTRACT: Penggunaan steroid
jangka panjang pada pasien morbus Hansen dengan reaksi reversal dapat
menimbulkan penekanan sistem imun sehingga lebih mudah mencetuskan
dermatomikosis superfisialis. Terdapat berbagai pilihan terapi dermatomikosis.
Perlu tatalaksana yang tepat pada pasien dengan reaksi reversal yang menderita
infeksi jamur agar morbiditas cepat teratasi. Laporan kasus ini menunjukkan
keberhasilan terapi dermatomikosis luas pada pasien Morbus Hansen dengan reaksi
reversal. Pasien laki-laki berusia 36 tahun dengan bercak merah yang makin
meluas dan terasa gatal terutama saat berkeringat atau panas di kedua lipat paha dan bawah pusar sejak dua
bulan yang lalu. Timbul juga keluhan bercak putih, bersisik, tidak baal di kedua
lengan dan punggung sejak 1 bulan yang lalu. Pasien sudah berhenti dari terapi
morbus Hansen sejak sekitar dua tahun lalu. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan
fisik, dan penunjang ditegakkan diagnosis tinea fasialis, korporis, et kruris,
pitiriasis versikolor, dan morbus Hansen tipe borderline lepromatosa release
from treatment dengan reaksi reversal. Terapi yang diberikan selama dua minggu
berupa terbinafin tablet 250 mg/hari dan sampo ketokonazol 2% dioleskan ke
seluruh tubuh kecuali wajah dan genitalia 1 kali per hari selama 10 menit sebelum
mandi. Selain itu, tatalaksana linen infeksius dan menjaga higiene. Hasil
evaluasi dua minggu pasca terapi, pasien dinyatakan sembuh berdasarkan klinis
dan laboratoris.
Penulis: Dwi Indria Anggraini
Kode Jurnal: jpkedokterandd150182