RESPON PERTUMBUHAN BIBIT JABON (Anthocephalus cadamba) DENGAN PEMBERIAN KOMPOS KOTORAN SAPI PADA MEDIA PENYAPIHAN
ABSTRAK: Jabon merupakan salah
satu jenis pohon yang cepat
tumbuh (fast growing species). Salah satu faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman adalah unsur hara, penggunaan pupuk organik seperti
pupuk kompos kotoran
sapi sebagai bahan
tambahan campuran tanah
pada saat penanaman dapat menambah zat-zat hara di dalam tanah yang
dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk
mengetahui respon pertumbuhan
bibit jabon pada berbagai dosis
perbandingan campuran tanah
dengan kompos kotoran
sapi sebagai media penyapihan bibit dan
mendapatkan perbandingan
campuran tanah dengan
kompos kotoran sapi yang
berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan bibit jabon. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Maret sampai Juni 2012
di lokasi pembibitan
PT Anugrah Subur
Sejahtera Desa Air Palawan
Kabupaten Kaur. Metode yang
digunakan adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) dengan 5
kelompok 5 perlakuan. Perlakuan dalam
penelitian ini adalah media penyapihan bibit jabon yang
terdiri dari top soil, top soil + kompos (1:1), top soil + kompos (1:2), top
soil + kompos (1:3) dan top soil + kompos (1:4). Setiap unit percobaan terdiri
dari 10 bibit. Kesamaan ragam diuji
dengan uji Bartlett, kemudian dilakukan analisis sidik ragam lalu pembandingan
nilai rata-rata antar
perlakuan dilakukan uji
BNJ semua uji
tersebut dilakukan pada taraf
nyata 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa komposisi tanah dan kompos
kotoran sapi berpengaruh
nyata terhadap tinggi,
pertambahan tinggi, berat
kering akar, dan indeks
mutu bibit. Komposisi tanah dan kompos kotoran sapi
1:2 menghasilkan pertumbuhan
tinggi, pertambahan tinggi,
berat kering akar,
dan indeks mutu
bibit terbaik masing-masing 42,64
cm, 40,56 cm, 10,22 g, dan 8,73 g. Penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan
penelitian yang sama dengan mengganti jenis dengan kompos, antara lain dengan kompos
kotoran ayam sebagai media penyapihan
bibit. Diharapkan dari
penelitian ini dapat diperoleh pengetahuan
baru mengenai jenis kompos
yang benar-benar paling baik
sebagai media penyapihan.
Penulis: Rekha Prananda,
Indriyanto, dan Melya Riniarti
Kode Jurnal: jpkehutanandd140044