Profil Hidung Wanita Muda Indonesia Usia 19-21 Tahun yang Memenuhi Kriteria Atraktif Menurut Mahasiswa Semester 5 Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2010 FKUA

Abstrak:  Penampilan  menarik  adalah  salah  satu  kebutuhan  manusia,  termasuk  keatraktifan  wajah. Hidung  merupakan  salah  satu  bagian  dari  wajah  yang  menentukan  keatraktifan  wajah  sehingga  banyak  wanita Indonesia  yang  melakukan  operasi  bedah  rekonstruksi  dan  estetika  hidung.  Namun,  nilai  standar  yang  dipakai alih  bedah  plastik  dalam  operasi  bedah  rekonstruksi  dan  estetika  hidung  masih  berasal  dari  ras  Kaukasia mengingat sedikitnya penelitian mengenai profil hidung wanita Indonesia.
Tujuan:  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendapatkan  data  dasar  nilai  atropometri  hidung  wanita atraktif Indonesia sebagai salah satu bagian dari standar ukuran wajah wanita Indonesia.
Metodelogi: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Kriteria atraktif ditentukan oleh populasi dengan kuesioner dan diperoleh dua puluh  satu wanita pilihan populasi  yang  memenuhi kriteria  inklusi  sebagai  subjek penelitian.  Dilakukan  pengukuran  antropometri  hidung  pada  16  titik  pengukuran  secara  langsung  pada  subjek penelitian.  Data  hasil  pengukuran  diolah  menggunakan  uji  statistik  univariat  untuk  menghitung  nilai  rata-rata, simpangan  baku,  dan  nilai  maksimum-minimum,  uji  Kolmogorov-Smirnov  untuk  menilai  normalitas  distribusi data. Data yang terdistribusi normal dibandingkan dengan penelitian sebelumnya menggunakan uji  Indepentent Sample-t, sedangkan yang tidak terdistribusi normal menggunakan uji Mann-Whitney-t.
Hasil:  Berdasarkan  hasil  kuesioner  kriteria  atraktif,  hidung  merupakan  wajah  yang  paling menentukan  keatraktifan.  Sebanyak  76,19%  subjek  penelitian  merupakan  keturunan  jawa.  Jika  dibandingkan dengan  hasil  penelitian  profil  wajah  wanita  normal  Indonesia  didapatkan  enam  variabel  yang  berbeda  secara signifikan,  yakni  lebar  kolumela,  ketebalan  ala  nasi  kiri,  kemiringan  radiks  hidung  (en-m’)  kiri  dan  kanan, panjang ala nasi kiri, dan panjang kolumela (sn-c’). Lebar kolumela, kemiringan radiks hidung (en-m’) kiri dan kanan serta panjang kolumela  lebih kecil pada kelompok wanita atraktif, sedangkan ketebalan ala nasi kiri dan panjang  ala  nasi  kiri  lebih  besar  pada  kelompok  wanita  atraktif.  Namun,  baik  pada  wanita  atraktif  maupun wanita normal Indonesia lebar hidung (al-al) lebih besar dari jarak interkantus (en-en) dan lebih dari seperempat lebar  wajah  (zy-zy)  serta  nilai  indeks  nasal  wanita  Indonesia  normal  dan  atraktif  masuk  dalam  kategori mesorhine. 
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara profil hidung wanita atraktif dengan profil hidung wanita  normal  meskipun  secara  keseluruhan  dapat  dikatakan  bahwa  hidung  wanita  Indonesia  berbeda  dengan bangsa lainnya termasuk bangsa Kaukasia. 
Kata Kunci: Profil Hidung, wanita Indonesia, atraktif
Penulis: Intan Pratiwi, David S.Perdanakusuma, Magda R Hutagalung, Toetik Koesbardiati, Ulfa Elfiah
Kode Jurnal: jpkedokterandd130441

Artikel Terkait :