Prediktor Stres Keluarga Akibat Anggota Keluarganya Dirawat di General Intensive Care Unit

Abstrak: Terdapat anggota keluarga yang dirawat di ruang perawatan intensif merupakan situasi yang dapat memicu stres pada keluarga. Faktor yang dapat memicu stres pada keluarga meliputi, perubahan lingkungan, aturan ruangan perawatan, perubahan status emosi keluarga, perubahan peran keluarga, perubahan kehidupan sehari-hari, perubahan finansial, serta sikap petugas kesehatan dalam pemberian informasi tentang kondisi kesehatan pasien. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang. Subjek penelitian sebanyak 60 orang yang mewakili keluarga saat anggota keluarganya sedang dirawat di General Intensive Care Unit (GICU) Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung periode Maret−Mei 2012. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Instrumen untuk mengukur prediktor stres disusun berdasarkan kajian teori dan modifikasi instrumen baku family inventory live events,sedangkan instrumen untuk mengukur stres keluarga menggunakan Depression Anxiety Stress Scale 42. Data dianalisis menggunakan uji chi-kuadrat dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor perubahan lingkungan, aturan di ruang perawatan, perubahan status emosi, dan perubahan kehidupan sehari-hari memiliki hubungan yang bermakna dengan terjadinya stres (nilai p berturutturut sebesar 0,01; 0,04; dan 0,03). Simpulan, tidak ada satu pun prediktor yang paling dominan di antara enam prediktor stres keluarga yang dapat memprediksi terjadinya stres. Diharapkan perawat mampu mendeteksi dini masalah psikologis keluarga di ruang intensif dan lebih mengoptimalkan tindakan supportive-educativedalam bentuk pemberian konseling kepada keluarga.
Kata kunci: Keluarga, prediktor, stres
Penulis: Zahara Farhan, Kusman Ibrahim, Aat Sriati
Kode Jurnal: jpkedokterandd140113

Artikel Terkait :