POTENSIAL EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora Crispa) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT ANTIMALARIA
Abstrak: Malaria merupakan
penyakit menular yang
menjadi masalah kesehatan
masyarakat, baik di
dunia maupun di Indonesia.
Berbagai upaya telah
dilakukan untuk menanggulangi
parasit malaria tetapi
prevalensinya masih tetap tinggi. Hal ini karena adanya
resistensi vektor terhadap insektisida dan adanya resistensi plasmodium
terhadap obat anti malaria terutama
kloroquin. Dalam hal
ini, tanaman obat merupakan target potensialuntuk penelitian
dan pengembangan obat alternatif
antimalaria. Selama dekade terakhir,
beberapa penelitiantelah dilakukan
untukmengembangkan obat antimalaria dari berbagai tanaman, salah satunya adalah
tanaman brotowali (Tinosporacrispa).Secara umum di dalam tanaman brotowali
(Tinospora crispa) terkandung berbagai senyawa kimia, antara lain
alkaloid, damar lunak,
pati, glikosida, pikroretosid,
harsa, pikroretin, tinokrisposid, berberin,
palmatin, kolumbin dan kaokulin
atau pikrotoksin.Senyawa aktif
dalam batang brotowali
yang berfungsi sebagai
antimalaria adalah
tinokrisposid yang dapat
bekerja di fase
eritrositer dengan cara
menghambat pertumbuhan parasit
dalam eritrosit. Ekstrak batang brotowali (Tinosporacrispa) dapat
dijadikan sebagai alternatif pengobatan malaria.
Penulis: Muhammad Mahardhika
Malik
Kode Jurnal: jpkedokterandd150156