POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN FLUOROKUINOLON DARI PASIEN DEWASA DENGAN DEMAM TIFOID
Abstract: Demam tifoid masih
menjadi masalah kesehatan yang bersifat endemik dengan angka kejadian yang
tinggi di Indonesia. Fluorokuinolon merupakan golongan antibiotika yang dikenal
efektif dalam pengobatan demam tifoid pada pasien dewasa. Selain pemberian
antibiotika, diberikan juga obat-obat simptomatik pada pengobatan demam tifoid.
Pemberian antibiotika secara bersamaan dengan obat lain dapat menimbulkan efek
yang tidak diharapkan mulai dari penurunan absorpsi atau penundaan
absorpsiantibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi
interaksi penggunaan antibiotika golongan fluorokuinolon dengan obat-obat lain
yang diberikan bersamaan padapasien dewasa dengan demam tifoid.Metode:
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional dengan jenis
penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU)
Puri Raharja Denpasar dengan menggunakan data pasien yang diambil selama
periode 1 Januari 2013 - 31 Maret 2014. Hasil: Selama rawat inap, pemberian
obat yang menimbulkan potensi interaksi, diantaranya levofloksasin dengan
antasida (8,6%); levofloksasin dengan sukralfat (5,2%); dan siprofloksasin
dengan antasida (3,4%). Untuk obat pulang, pemberian obat yang berpotensi
menimbulkan interaksi, diantaranya levofloksasin dengan antasida (6,9%),
levofloksasin dengan sukralfat(1,7%), dan sparfloksasin dengan antasida (1,7%).
Resikoinidapatdiminimalkandenganpemberian antibiotikafluorokuinolon2 jam
sebelum atau 6 jam setelah pemberian antasida dan sukralfat.Kesimpulan: Potensi
interaksi penggunaan fluorokuinolondapatterjadi akibat pemberian levofloksasin,
siprofloksasin, dan sparfloksasin dengan antasida, serta levofloksasin dengan
sukralfat.
Penulis: Pertiwi, G.A.E.,
Niruri, R., Tanasale, J.D., Erlangga, I.B.E
Kode Jurnal: jpfarmasidd140081