POTENSI AMILUM LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) SEBAGAI BAHAN PENHANCUR PADA FORMULASI TABLET PARASETAMOL
ABSTRAK: Kelapa sawit (Elaeis
guineensis Jacq.) termasuk famili Palmae. Kelapa sawit ketika berumur lebih
dari 25 tahun
sudah tidak produktif
lagi, namun masih
mengandung amilum.
Berdasarkan penelitian sebelumnya
batang kelapa sawit
mengandung amilum sebesar 19,49%
yang diduga berpotensi
sebagai bahan penghancur
tablet karena mengandung amilosa
sebesar 28,76%, sehingga dapat meningkatkan manfaat dari limbah batang kelapa
sawit. Metode pembuatan
tablet parasetamol yang
paling cocok adalah metode granulasi basah. Parasetamol
mempunyai dosis yang besar, untuk itu diperlukan bahan tambahan
tablet yang baik.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui potensi amilum batang kelapa sawit sebagai
bahan penghancur ditinjau dari sifat fisik tablet yang dihasilkan yaitu
keseragaman bobot, keseragaman
ukuran, kerapuhan, kekerasan,
waktu hancur dan disolusi.
Formula yang digunakan
yaitu amilum batang
kelapa sawit dengan konsentrasi 5,
10, dan 15%
sedangkan formula pembanding
menggunakan amprotab dengan konsentrasi
15%. Semua formula
yang dihasilkan memenuhi
persyaratan tablet yang baik.
Hasil uji statistik
menunjukkan bahwa p>0,05
berarti formula tablet
dengan amilum batang kelapa sawit sebagai penghancur sama dengan
amprotab, kecuali pada uji disolusi. Amilum batang kelapa sawit dapat digunakan
sebagai bahan penghancur dengan konsentrasi 15% yang paling baik.
Penulis: Era Kurnializa, Siti
Nani Nurbaeti, Wintari Taurina
Kode Jurnal: jpfarmasidd140145