OPTIMASI KOMBINASI KARBOPOL 940 DAN HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA (HPMC) TERHADAP EFEKTIVITAS GEL ANTISEPTIK FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KESUM (Polygonum minus Huds.) DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN
ABSTRAK: Daun Kesum
(Polygonum minus Huds.)
merupakan tanaman yang
telah diteliti memiliki
aktivitas antibakteri.
Penelitian ini bertujuan
untuk memaksimalkan penggunaan
daun kesum dengan
mengetahui apakah fraksi etil
asetat daun kesum
memiliki aktivitas antibakteri
dan bagaimana efektivitasnya setelah diformulasi menjadi
sediaan gel dengan
kombinasi optimum dari
basis HPMC dan
Karbopol 940 menggunakan metode
Simplex Lattice Design
(SLD). Ekstraksi daun
kesum dilakukan dengan
metode maserasi, kemudian dilakukan
fraksinasi menggunakan pelarut
n-heksan, etil asetat
dan metanol. Uji efektivitas dilakukan
terhadap fraksi etil
asetat dengan melihat
daya hambat fraksi
berdasarkan pengukuran zona
bening. Uji menggunakan One Way ANOVA pada konsentrasi 5%, 10% dan 15%
menunjukkan bahwa konsentrasi 10% memberikan
daya hambat optimum
dan selanjutnya diformulasi
menjadi sediaan gel. Berdasarkan hasil pengujian gel A (100%
karbopol - 0% HPMC); gel B (0% karbopol - 100% HPMC); dan gel C
(50% karbopol –
50% HPMC) didapatkan komposisi
terbaik yaitu 100%
karbopol 940 – 0%
HPMC. Data dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS seri
17, dengan nilai signifikansi p>0,05
metode SLD dapat digunakan
untuk memprediksikan formulasi
optimum gel. Perbandingan
dengan kontrol positif
didapat nilai signifikansi p>0,05
menunjukkan tidak ada
perbedaan signifikan antara
gel optimum dan kontrol positif. Berdasarkan hasil
uji dengan Paired sample t test
dihasilkan nilai signifikansi p<0,05. Hal ini menunjukkan tidak
ada perbedaan signifikan
antara daya hambat
fraksi etil asetat
sebelum dan setelah diformulasi dalam bentuk gel. Gel
formula optimum memiliki sifat fisik dan kimia yang baik.
Penulis: Deasy Natasya, Sri
Wahdaningsih, Siti Nani Nurbaeti
Kode Jurnal: jpfarmasidd140146