Perkembangan Biji dan Mutu Benih Beberapa Genotipe Kedelai yang Diberi Pupuk P
ABSTRAK: Penelitian bertujuan
untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk P terhadap perkembangan biji dan mutu
benih kedelai (Glycine max L.Merrill) selama perkembangan biji menjelang masak
fisiologis. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok
lengkap terdiri atas 2 faktor. Faktor utama adalah genotipe terdiri dari G1=Wilis, G2=Malabar, G3=KM-19 BE, dan
G4=Kipas Putih, faktor kedua adalah pupuk P terdiri atas P0 =0 kg P2 O5 per ha (0 g/plot),P1=25 kg P2O5 per ha (22.5
g/plot), P2=50 kg P2O5 per ha (45 g/plot). Data dianalisis dengan menggunakan
sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5 %. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perkembangan biji kedelai sampai 20 HSP berlangsung lambat
setelah itu terjadi penambahan berat secara linear sampai 40 HSP dan mencapai
maksimum menjelang 50 HSP. Daya kecambah dan kekuatan berkecambah benih kedelai
masih rendah sampai 30 HSP dan mencapai optimal setelah 40 HSP sampai 50 HSP
yang mencerminkan tercapainya masak fisiologis. Penambahan pupuk P 50 kg P2 O5/ha
mempercepat pengisian biji serta meningkatkan daya kecambah dan kekuatan
berkecambah benih. Genotipe mempunyai perbedaan respon terhadap dosis pupuk P
yang diperlihatkan oleh perbedaan pola perkembangan dan mutu benih selama
perkembangan biji.
Penulis: Yusmar M, Aslim
Rasyad, dan Yetti Elfina
Kode Jurnal: jppertaniandd140172